Rabu, 15 April 2026

Tribunnews Update

18 Oknum Polisi Diduga Peras Ratusan Warga Malaysia, Kompolnas Sebut Bikin Nama Indonesia Tercoreng

Senin, 23 Desember 2024 19:14 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam menyoroti dugaan pemerasan yang dilakukan 18 oknum polisi terhadap warga negara asing (WNA) yang sebagian besar berasal dari Malaysia.

Dugaan pemerasan itu terjadi saat para korban menonton Djakarta Warehouse Project (DWP) 2024 di Kemayoran pada Minggu (15/12/2024).

Baca: Buntut Polisi Banting Warga di Ambon, Polda Maluku Digeruduk Ratusan Massa Desak Pecat Oknum

Menurut Anam, tindakan yang dilakukan oknum polisi tersebut telah mencoreng nama Indonesia.

Pasalnya, DWP merupakan festival musik electronic dance music (EDM) terbesar di Asia Tenggara.

"Apakah ini merugikan kita semua dalam konteks hubungan masyarakat Malaysia dan masyarakat Indonesia dan sebagainya, pasti merugikan, sedikit banyak ada pengaruhnya," kata Anam, dikutip dari Kompas.com, Senin (23/12/2024).

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menggencarkan sektor pariwisata agar turis asing berkunjung ke Tanah Air.

Adanya dugaan pemerasan ini tentu memengaruhi hubungan Indonesia dan Malaysia, terutama di sektor pariwisata.

Baca: Oknum Polisi NTT Hajar Warga saat Dugem hingga Kepala Luka Serius Bercucuran Darah, Berakhir Damai

"Ya tentu saja sedikit banyak pasti juga ada kerugiannya," imbuh dia.

Sementara itu, Polri telah menangkap 18 oknum polisi yang diduga melakukan aksi pemerasan.

Mereka berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Metro Kemayoran.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo menegaskan, pihaknya akan menindak oknum yang terbukti bersalah.

"Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi," kata Trunoyudo.

Adapun menurut pengakuan korban bernama Ilham (bukan nama sebenarnya), dirinya ditarik oleh pria yang mengaku polisi saat tengah menikmati musik.

Setelah itu, paspornya ditahan dengan alasan pemeriksaan administrasi.

Baca: Buntut Viral Polisi Smackdown dan Banting Warga ke Aspal, Kini 3 Oknum Polisi Ditahan di Sel Khusus

Paspor baru dikembalikan setelah rekan korban memberikan uang Rp 200 ribu kepada terduga polisi tersebut.

"Dipersulit pas balikin paspornya, pas habis bayar, ‘ya sudah sana’, gitu," pungkas Raka, rekan Ilham.

Dugaan pemerasan ini ternyata juga dialami ratusan penonton lain hingga total kerugian disebut mencapai Rp 32,6 miliar. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tercorengnya Nama Indonesia Usai Polisi Diduga Peras Penonton DWP 2024

# TRIBUNNEWS UPDATE # Malaysia # polisi # Djakarta Warehouse Project # pemerasan
Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Fegi Sahita
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved