Kilas Peristiwa
Kilas Peristiwa: 1996 Silam, PDIP Pernah 'Digoyang' dalam Tragedi Kudatuli, Awal Perlawanan Megawati
TRIBUN-VIDEO.COM - Dugaan niat mengacak-acak PDI Perjuangan yang diketuai oleh Megawati Soekarnoputri, mengingatkan kembali pada peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 silam.
Puncak kerusuhan terjadi saat pengambilalihan paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat.
Kerusuhan ini menjadi sejarah kelam dalam dunia politik Indonesia saat itu.
Pecahnya peristiwa Kudatuli bermula dari konflik internal partai saat Kongres IV PDIP.
Kongres itu menetapkan Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.
Saat itu, Jacob Nuwa Wea yang mengaku fungsionaris DPP PDI Peralihan, bersama 400 rekannya menerobos ruang kongres.
Ada dua kubu di internal PDIP kala itu.
Satu kubu mendukung Soerjadi.
Baca: Di Tengah ISU PANAS Ingin Goyang PDIP, Jokowi Malah Unggah Video Joget dan Reaction Ibu-ibu Lampung
Baca: PDIP Kota Bogor Anggap Pemasang Spanduk Megawati Ketum Ilegal Pengecut, Kini Dilaporkan ke Polisi
Dan satu lainnya mendukung Megawati Soekarnoputri.
Akibat suara yang tidak bulat, kericuhan ini berbuntut keputusan Menkopolkam Soesilo Sudarman yang mengatakan Kongres Medan tidak sah dan akan digelar kongres luar biasa (KLB) di Surabaya.
Namun, KLB di Surabaya gagal.
Megawati menyatakan diri sebagai Ketua Umum PDI secara de facto dan dikukuhkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) PDI pada 22 Desember 1993 di Kemang, Jakarta Selatan.
Tak mengakui Kongres Medan yang memenangkan Soerjadi, PDI kubu Megawati pun menjaga DPP siang malam.
Di kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, pendukung Megawati menggelar mimbar bebas yang digelar setiap hari.
Panglima ABRI Jenderal Feisal Tanjung bahkan menuduh mimbar tersebut sebagai makar.
Tragedi pun memuncak pada 27 Juli dengan bentrokan hebat antara kedua kubu.
Ada indikasi pelanggaran HAM dalam Peristiwa Kudatuli.
Komnas HAM menemukan fakta ada 5 orang tewas, 149 orang luka, dan 23 orang hilang. (Tribun-Video.com)
Reporter: Nila
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Ketua DPP PDIP Said Kaget Amien Rais Soroti Hubungan Prabowo-Teddy, Sentil Etika dan Ranah Privat
4 hari lalu
Terkini Nasional
Said Abdullah Sebut Konten Amien Rais soal Prabowo-Teddy Masuk Ruang Privat dan Langgar Etika
4 hari lalu
Terkini Nasional
Megawati Prihatin Kasus Penyiraman Air Keras Dibawa ke Pengadilan Militer: Kok Lucu Ya?
5 hari lalu
Terkini Nasional
Said PDIP Sentil Amien Rais: Minta Maaf Tak Turunkan Derajat, Etika soal Tuduhan Prabowo-Teddy
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.