Mancanegara
Partai Nasser Mesir Serukan Perang Vis a Vis Lawan Israel, Desak Pembatalan Perjanjian Camp David
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Arab Democratic Nasserist Party (ADNP) atau Partai Persatuan Nasseris di Mesir menyatakan, mengutuk sikap rezim pemerintahan negara-negara Arab, terkait invasi Israel ke Rafah.
Gerakan tersebut menyatakan, negara-negara Arab adalah "mitra sejati" dalam kejahatan genosida yang dilakukan oleh rezim Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, dilansir Al-Mayadeen.
Dalam sebuah pernyataan, gerakan ini menolak sikap pemerintah Mesir, dan mengatakan kalau rezim Kairo belum mengambil tindakan tegas dan pencegahan.
Dikutip dari Tribun New, seharusnya mereka mencerminkan "prestise dan nilai Mesir" atas agresi Israel di Rafah.
Invasi Israel ke Rafah, seru gerakan tersebut, harusnya dihadapi secara vis-a-vis (duel tatap muka) oleh tentara Mesir karena berkaitan dengan keamanan nasional.
Baca: Polisi Tak Dipercaya Atasi Pembunuhan Vina Cirebon, Kompolnas Diminta Turun Tangan Selesaikan Kasus
Secara khusus, Partai Nasser menunjuk pada kelambanan pemerintah Mesir dalam menghadapi invasi Israel ke Rafah.
Diyakini invasi tersebut telah mengganggu kehidupan warga Palestina dan keamanan nasional Mesir.
Hal terakhir, gerakan Nasseris menyebut invasi itu sebagai tindakan yang melanggar ketentuan perjanjian Camp David dan kedaulatan Mesir.
Gerakan ini juga menegaskan hak rakyat Mesir dan Arab untuk menggunakan segala cara dalam mendukung rakyat Palestina.(Tribun-Video.com/RisaAsmarani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Serukan Perang Vis a Vis Lawan Israel, Partai Nasser Mesir Desak Pembatalan Perjanjian Camp David
#mesir # Israel # Rafah
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Netanyahu Dihujat Oposisi seusai Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, Dinilai Bakal Buat Bencana Politik
2 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Tarif Selat Hormuz Tetap Berbayar Rp34 M, Oposisi Israel Kecam PM Netanyahu
2 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.