Yandex

Terkini Daerah

Atik, Guru Honorer yang Pertaruhkan Nyawa Demi Beri Ilmu ke Murid-muridnya, Jatuh sudah Biasa

Kamis, 24 Januari 2019 18:43 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUN-VIDEO.COM, PEKALONGAN - Seorang guru honorer asal Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, rela pertaruhkan keselematannya untuk memberi ilmu pada murid-muridnya.

Guru tersebut benama Atik Dyat Prastuti (40) yang harus berjibaku menembus derasnya arus sungai. Karena Jembatan Kali Keruh rubuh satu tahun silam.

Jembatan Kali Keruh sendiri merupakan akses utama penghubung Desa Luragung dengan Desa Medayu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, di mana Atik mengajar murid SDN 02 Cawet Kecamatan Watukumpul.

Aktivitas membahayakan menyeberangi sungai berarus deras sudah dilakukan Atik selama satu tahun. Walaupun honornya hanya Rp250 ribu setiap bulan, namun ia ikhlas menjalaninya.

“Ya harus saya jalani, bekal kami hanya semangat dan ilmu untuk mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya kepada Tribunjateng.com saat ditemui di Sungai Comal, Kamis (24/1/2019).

Wanita yang sudah menjadi guru honorer selama 15 tahun tersebut mengaku celana panjang yang ia kenakan selalu basah setiap berangkat dan pulang mengajar.

“Walaupun sungai arusnya deras ditambah lagi sering banjir karena hujan, saya harus tetap sampai ke sekolah. Karena mengajar bukan soal bayaran tapi tanggung jawab,” paparnya.

Atik menceritakan pernah tercebur saat menyeberangi sungai karena banjir besar sedang melanda Sungai Comal.

“Beruntung hanya baju dan celana saya yang basah, karena saya tercebur hingga kedalam di atas pinggul,” ujarnya.

Untuk sampai ke sekolah tempat ia mengajar, Atik menyewa ojek setelah menyeberangi sungai dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

“Setiap kali ngojek habis Rp10 ribu, kalau pulang pergi ya Rp20 ribu. Jika dihitung setiap bulan gaji saya pasti minus, namun apalah daya karena saya mengemban tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa,” katanya.

Pihaknya sangat berharap, Jembatan Kali Keruh segera diperbaiki karena aktivitas menyeberangi sungai membahayakan masyarakat di yang bekerja di lintas daerah.

“Memang ada tangga yang dibuat secara swadaya masyarakat, tapi ketinggiannya 11 meter dengan kemiringan 70 derajat. Kalau ibu-ibu malaluinya pasti takut termasuk saya,” imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Atik, Guru Honorer yang Pertaruhkan Nyawa Demi Beri Ilmu ke Murid-muridnya, Jatuh sudah Biasa

ARTIKEL POPULER:

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Yusril Ungkap Abu Bakar Baasyir Sempat Tidak Percaya Bahwa Dirinya akan Segera Hirup Udara Bebas

Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyiknya Nurhadi Aldo

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribun Jateng
Tags
   #guru honorer   #Pekalongan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved