Terkini Daerah
Kontes Ikan Louhan di Wisma Perdamaian Kota Semarang
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUN-VIDEO.COM, SEMARANG - Untuk kembali menggeliatkan pasar ikan louhan, Komunitas Pecinta Ikan Louhan Semarang bersama Djoak United Flowerhorn Indonesia (DUFI) gelar kontes ikan yang dikenal memiliki jidat nonong tersebut di Wisma Perdamaian Kota Semarang.
Digelar selama 3 hari, atau berakhir Minggu (20/1/2019) ini, total 298 peserta dari 27 kota di Indonesia unjuk gigi dalam kegiatan tersebut.
Berbagai jenis louhan dipajang mulai yang jidatnya kecil hingga lebih besar dari kepalanya.
Ikan hias mirip aksara tiongkok yang jelas terlihat hingga yang samar.
Bahkan dari ukuran yang besar hingga kecil.
Ketua DUFI, Aryo Bandoro menyebutkan, acara itu digelar untuk kembali menggeliatkan pasar louhan yang dahulu sempat melonjak drastis.
Meski kini menurutnya penurunan harga tidak begitu signifikan, namun ia menyebut kepopuleran memang sudah berbeda.
"Kalau soal harga ada yang ditawar sampai harga Rp 150 juta. Namun bukan itu, kami ingin louhan ini kembali banyak dicintai di masyarakat dan ini terbukti antusiasme warga Kota Semarang hingga hari ini ternyata cukup banyak," beber Aryo, Sabtu (19/1/2019) malam.
Menurutnya, selain berpotensi mendongkrak sektor ekonomi pariwisata, louhan juga bisa masuk ke pasar ekspor.
"Pariwisata jelas, karena kunjungan masyarakat cukup banyak. Tidak seperti yang kami bayangkan. Namun ada satu hal yang sebenarnya bisa kami lakukan adalah menembus pasar ekspor," ucap Aryo.
Ia menyebut saat ini Indonesia menjadi pasar impor ikan louhan dari Asia Timur dan Asia Tenggara.
Ikan berkualitas terbaik biasanya didapat dari luar negeri sehingga harganya bisa fantastis.
"Padahal, sebenarnya banyak peternak louhan lokal potensial. Produksinya banyak. Mereka ini yang ingin kami dorong untuk meningkatkan kualitasnya melalui kompetisi ini," ucapnya.
Dengan adanya kontes, para pengembangbiak louhan akan termotivasi untuk menghasilkan yang paling unik sehingga bisa menarik pasar luar negeri.
Di lain sisi, ketua panitia kontes, Tonek Sartono menyebutkan ada 13 kelas yang diperlombakan.
Hal-hal yang dinilai adalah besar jidat, aksara di badan, dan keunikan lainnya.
"Memang untuk menghasilkan kualitas louhan yang bagus kondisi air juga harus pas. Keasaman air harus dijaga karena menurutnya akan berpengaruh kerentanan ikan terkena penyakit," ucap Tonek. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Harapan Komunitas Pecinta Ikan Louhan: Dari Kontes Menuju Pasar Ekspor
ARTIKEL POPULER
Baca: Tarif Asli Vanessa Angel Dibeberkan Polisi, Disebut Intens Minta Dicarikan Klien
Baca: Fadli Zon Sering Kritik Jokowi Tidak Proporsional, PDIP: Cukup Ditanggapi Pengurus Anak Cabang
Baca: Saat Sandiaga Uno Salah Ucap Bahasa Madura, Pendukungnya pun Sontak Tertawa
TONTON JUGA:
Sumber: Tribun Jateng
Tribunnews Update
Kesaksian Warga soal Ledakan Keras Bubuk Petasan di Rumah Tambakrejo Semarang, Tewaskan Bocah SD
Senin, 23 Maret 2026
Tribunnews Update
Kronologi Ledakan Maut Guncang Rumah Warga Tambakrejo Semarang: Bocah SD Tewas & 2 Penghuni Terluka
Jumat, 20 Maret 2026
Tribunnews Update
Viral Video 6 Debt Collector Rampas Paksa Mobil di Tol Kaligawe, Gubernur Luthfi: Harus Diberantas!
Kamis, 26 Februari 2026
SAKSI KATA
Evakuasi Dramatis Mahasiswa UIN Walisongo: 'saat Ditemukan, Kondisi Korban Sudah Meninggal'
Kamis, 20 November 2025
Terkini Daerah
Janggal! Misteri Kematian Dosen Untag di Hotel, Ditemukan Tewas dalam Kondisi Telanjang oleh Polisi
Rabu, 19 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.