TRIBUNNEWS UPDATE
Para Menteri Israel Saling Beri Ancaman, Pecah Suara soal Serangan ke Rafah, Pemerintah Bubar?
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Lebih dari 200 hari berkonflik dengan Hamas, internal Israel saat ini diduga mulai pecah.
Para menteri mengeluarkan ancaman untuk meninggalkan pemerintahan.
Dikutip dari The Time of Israel, ancaman ini disampaikan para menteri Israel pada Minggu (28/4/2024).
Menteri Kabinet Perang, Benny Gantz tak menyangkal bahwa operasi IDF di Rafah penting dalam perjuangan panjang melawan Hamas.
Baca: Rekap Israel-Hamas: AS Larang Invasi Rafah, Presiden Abbas Tuding Israel Sengaja ManfaatkanHamas
Namun demikian, Hamas dimungkinkan akan datang lagi.
Oleh karenanya menurutnya, hal mendesak dan jauh lebih penting saat ini ialah membebaskan para sandera.
Lebih lanjut dikatakannya, pemulangan para sandera butuh dukungan semua lembaga keamanan.
Gantz menilai, pemerintah tidak punya hak untuk terus ada jika para pemimpin sayap kanan menghalangi perjanjian untuk mengambil sandera.
Baca: Netanyahu Cemas & Ketakutan ICC Rilis Surat Penangkapan, AS Ikut Turun Tangan Bujuk Pengadilan
Deklarasi Gantz muncul menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Smotrich awalnya menyebut, pemerintah tak memiliki hak untuk hidup kecuali Israel menginvasi Rafah.
Ia juga menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir.
Menurutnya, tindakan itu memalukan lantaran banyak tentara Israel yang sudah berjuang hingga akhirnya tewas.
Baca: Hizbullah Rilis Bukti Kekalahan Israel: 26 Roket Katyusha Sukses Kecoh Iron Dome dan Hantam Meron
Penolakannya terhadap proposal tersebut juga disuarakan oleh rekan Menteri sayap kanan Itamar Ben Gvir.
“Kesepakatan yang sembrono sama dengan pembubaran pemerintah.” tulis Ben Gvir di akun Twitternya.
Ultimatum dari Smotrich dan Ben Gvir dikecam oleh Pemimpin Oposisi Yair Lapid.
Menurutnya, pemerintah harus memilih mengembalikan sandera hidup-hidup atau mempertahankan hubungan dengan sekutu.
“Pemerintah harus memilih: Mengembalikan sandera hidup-hidup, atau Ben Gvir dan Smotrich. Hubungan dengan Amerika, atau Ben Gvir dan Smotrich. Perjanjian dengan Saudi, atau Ben Gvir dan Smotrich. Keamanan Israel, atau Ben Gvir dan Smotrich,” tulis Lapid di X, sebelumnya Twitter.
(Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang di sini
Host: Tini Afshin
VP: Dharma
# Menteri Israel # Ancaman # serangan # Rafah
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Serangan Rudal Iran Hancurkan Pengintai AS, Parlemen Israel Kabur
Senin, 30 Maret 2026
Nasional
Serangan Iran Picu Kepanikan di Parlemen Israel, Sidang Knesset Dihentikan
Senin, 30 Maret 2026
Nasional
Menlu Sugiono Beberkan Kondisi Terkini 3 Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
PBB KECAM KERAS! Guterres: Serangan ke Penjaga Perdamaian di Lebanon Bisa Jadi Kejahatan Perang
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
PRAJURIT TNI GUGUR DI MEDAN PERDAMAIAN! Indonesia Kecam Keras Serangan Israel ke Markas UNIFIL
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.