Selasa, 21 April 2026

REGIONAL

Gagal Menang Imbas Serangan Fajar, Caleg PKS DPRD Cilegon Tarik Bantuan Air Bersih: Biaya Bengkak

Jumat, 15 Maret 2024 11:18 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Calon anggota legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Cilegon, Sumedi Madasik memutus bantuan aliran air bersih ke rumah warga dari sumur bor miliknya.

Penyetopan tersebut setelah pelaksanaan Pemilu 2024, Minggu (18/2/2024).

Adapun peyaluran air bersih dari pemilik sumur sudah dilakukan selama empat tahun.

Dilaporkan, penyetopan air bersih saluran air ke rumah warga Cisuru dilakukan karena Sumedi Madasik kalah dengan caleg lainnya yang telah memberikan serangan fajar.

Meski demikian, Sumedi Madasik membantah hal tersebut dilakukan sepihak seusai tak lolos menjadi anggota DPRD Kota Cilegon.

Menurut Sumedi, penyetopan aliran air dilakukan sementara atas kesepakatan bersama.

Yakni, untuk mencari solusi agar bisa menutup beban biaya yang selama ini ditanggungnya.

"Memang saya caleg dan gagal. Mungkin Allah belum restui dan meridai saya untuk mewakili masyarakat yang seutuhnya," ucapnya.

Madasik mengaku tak seperti caleg lain yang melakukan politik uang untuk membeli suara rakyat.

Baca: Sinyal Jokowi Akan Lawan Partai Pendukung Hak Angket, IPW Laporkan Modus Dugaan Suap Ganjar ke KPK

"Kurang lebih empat tahun saya bantu air bersihnya. Bahkan alhamdulillah air yang saya alirkan ke sana ph-nya 7 itu luar biasa bahkan masyarakat Cisuru pun sendiri bisa mengonsumsi air bersih, termasuk saya dari sini," katanya.

Madasik mengaku, dari Rp 10.000 per kubik yang dibayarkan warga, ia hanya menerima Rp 5.000.

Adapun sisanya dikelola warga setempat, seperti untuk perawatan mesin dan beban listrik.

Namun, Madasik mengaku uang tersebut belum cukup untuk menutupi biaya listrik.

Pihaknya menyatakan, harus menggunakan uang pribadi untuk menutupi biaya yang ditanggung.

"Itu sudah berjalan empat tahun lebih. Selisihnya antara Rp 2 juta-Rp 2,5 juta setiap bulan. Saya harus mensubsidi pembayaran listrik untuk pengaliran air bersih ke masyarakat," ujarnya.

Sebagai gantinya, Madasik berharap agar warga setempat bisa memilihnya pada Pemilu 2024.

Madasik mengatakan, wajar baginya berharap besar kepada masyarakat setempat untuk memberikan suara pada Pemilu 2024.

Yakni, dari jumlah sebanyak 140 warga yang masuk DPT, dirinya mengakui telah meminta sebanyak 100 suara.

Namun, yang didapatkannya hanya 45 persen.

Baca: 1.000 Pengacara Timnas AMIN Vs 36 Pengacara Prabowo-Gibran di MK, Kubu 01 kantongi Kecurangan

"Saya cuma berharap itu cuma 100 suara, wajarlah kurang lebih sekitar 70 persen, tapi yang saya dapat cuma 45 persen," ucapnya.

Kendati demikian, tindakan penyetopan bantuan air bersih yang dilakukan Madasik banyak didukung warganet.

Warganet menilai warga yang mendapat bantuan tak tahu diri.

"Terima kasih atas kebaikannya pak, memang warganya saja yang malah gak tahu diri sudah dibantu," tulis salah satu warganet di Instagram Sumedi Madasik.

Terkini, warga Cisuru RT 03/06 Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Satriah mengaku hanya bisa pasrah terhadap penyetopan air bersih tersebut.

Pasalnya, sumur bor itu milik pribadi Sumedi, bukan pemerintah.

Saat ini, warga kampung itu mengalami kesulitan air bersih dan berharap adanya campur tangan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.

"Itu kan punyanya ya, kalo diminta diputus yah diputus," tutur Satriah.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duduk Perkara Caleg PKS Cilegon Setop Air Warga Usai Gagal Terpilih"

# Caleg PKS # DPRD Cilegon # Bantuan Air Bersih # Pemilu 2024

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved