Terkini Nasional
Partai Pengusul Hak Angket Disebut Berpotensi Rungkad Sebelum Akad
TRIBUN-VIDEO.COM - Analis politik sebut partai yang punya potensi mengusulkan Hak Angket justru berpotensi rungkad sebelum akad.
Dikutip dari Tribunnews pada (7/3), kabar itu disampaikan oleh Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago pada Rabu (6/3/2024).
Arifki Chaniago bicara soal fraksi sejumlah parpol di DPR RI yang mengusulkan Hak Angket saat rapat Paripurna pembukaan masa sidang ke-13.
Menurut Arifki, dari rapat paripurna sudah terbaca, di mana PPP dan NasDem tidak terbuka menyatakan sikapnya.
Baca: NasDem Sebut PDIP Jadi Kunci bergulirnya Hak Angket di DPR, Sudah Jalin Komunikasi Informal
Artinya, Arifki menyebut bahwa partai-partai yang berpotensi mengusulkan hak angket berpotensi rungkad sebelum akad.
Meskipun jumlah anggota DPR dari partai koalisi 01 dan 03 lebih dominan dibanding partai-partai di koalisi 02.
"Dari rapat paripurna ini terbaca, PPP dan NasDem tidak terbuka menyatakan sikapnya di Paripurna. Artinya, partai-partai yang berpotensi mengusulkan hak angket berpotensi rungkad sebelum akad," kata Arifki kepada Tribun Network.
Arifki menilai bahwa PPP dan NasDem memiliki pertimbangkan untuk ikut Hak Angket.
Di mana, PPP disebutnya masih berjuang untuk memastikan lolos parlemen di Pileg 2024, sedangkan Nasdem masih menunggu langkah PDIP.
"PPP masih berjuang untuk memastikan lolos parlemen di Pileg 2024. Sedangkan Nasdem, sepertinya masih menunggu langkah PDIP," ujar Arifki.
Baca: Aksi Demo Tuntut DPR Investigasi Hak Angket hingga Internal Israel Pecah Tak Sesuara
Arifki bahkan menyampaikan bahwa pada akhirnya parpol koalisi itu terkesan menghitung keuntungan terhadap Hak Angket jika nantinya teralisasi.
"Pada akhirnya, parpol koalisi tersebut terkesan menghitung keuntungan terhadap hak angket jika nantinya teralisasi," kata dia.
Selain itu, Arifki menilai Hak Angket ini terbaca menjadi ruang negosiasi dari parpol pendukung 01 dan 03 untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Kebutuhan parpol tambahan dari pemerintahan baru nantinya salah satu upaya
menjaga kekuatan di parlemen. Makanya, agenda dari parpol pendukung 01 dan 03
berbeda-beda dalam melihat peluang hak angket sebagai keuntungan," kata Arifki.
"Partai-partai ini baru selesai perang di pemilu. Memutuskan untuk oposisi dari awal tentu menjadi keputusan yang berat. PDI-P memang terlatih menjadi partai oposisi, tetapi 2 perode pemeritahan Jokowi menjadi bagian dari kekuasaan. Sedangkan PKS dua periode pemerintahan Jokowi menjadi oposisi, jika ada tawaran bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Langkah itu bakal sulit ditolak juga oleh PKS," tandas Arifki.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diduga Ada Operasi Senyap, Hak Angket DPR Diprediksi 'Rungkad' Sebelum Akad
Host: Yessy Wienata
VP: Erwin Joko P
# Hak Angket # DPR RI # Pilpres # Pemilu
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Sentil Anak Abah Sebar Hoaks soal JK ke Iran, Politisi PDIP: Demi Kepentingan Politik Jelang 2029
Kamis, 26 Maret 2026
Terkini Nasional
Anies Baswedan ke Cikeas Temui SBY, Pengamat Sebut Peluang Duet dengan AHY di Pilpres 2029
Rabu, 25 Maret 2026
Nasional
Sebut Pemilu Open Legal Policy, Mahfud MD Ingatkan DPR Jaga Kesepakatan dengan Masyarakat
Selasa, 10 Maret 2026
Tribunnews Update
Mahfud MD Sebut DPR Bebas Rumuskan & Putuskan Sistem Pemilihan Umum: Pemilu Open Legal Policy
Selasa, 10 Maret 2026
Terkini Nasional
Beda Respons Jokowi dan PSI soal Gugatan Keluarga Presiden-Wapres Dilarang Ikut Pilpres
Selasa, 3 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.