Live Update
Perwira Intelijen IDF Pangkat Tinggi Resign, Pikul Tanggung Jawab Israel 'Kebobolan' Diserang Hamas
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pasukan Pendudukan Israel (Israeli Occupation Forces/IOF) mengumumkan bahwa batalion artileri ke-8410 akan ditarik dari Jalur Gaza.
Penarikan tersebut, akan dilakukan setelah menjalani perang di Gaza selama berbulan-bulan.
Dilansir Tribunnews.com pada Sabtu (10/2/2024), menurut laporan Al-Ghad mengutip lansiran Lembaga Penyiaran Publik Israel (IPBC), IDF juga menyatakan kondisi pasukan mereka selama lima bulan perang.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 54 tentara IDF terluka akibat tembakan teman sendiri (friendly fire).
Sementara, 391 tentara lainnya terluka dalam kecelakaan kendaraan sejak invasi darat ke Gaza dimulai.
"Sebanyak 54 tentara IDF terluka akibat tembakan teman sendiri (friendly fire), sementara 391 lainnya terluka dalam kecelakaan kendaraan sejak invasi darat ke Gaza dimulai," tulis laporan tersebut.
Lebih lanjut, IPBC juga mengungkap pengunduran diri seorang perwira intelijen berpangkat tinggi Israel.
Dirinya, merupakan orang menerima tanggung jawab atas jebolnya keamanan Israel pada (7/10/2023) saat gerakan pembebasan Palestina, Hamas melalui sayap militernya, Brigade Al-Qassam melancarkan operasi Banjir Al-Aqsa ke Israel.
Di sisi lain, baru-baru ini, gerakan perlawanan Palestina, Hamas, merilis dokumen lengkap soal motif dan penjelasan mengenai Operasi Banjir Al-Aqsa atau serangan pada (7/10/2023) lalu.
Lewat dokumen setebal 16 halaman berbentuk PDF, Hamas membongkar kebohongan Israel mengenai serangan tersebut.
Hamas mengatakan, tuduhan-tuduhan palsu yang disebarkan Israel soal serangan (7/10/2023) sengaja dibuat untuk menjelek-jelekkan gerakan perlawanan Palestina, sekaligus melegalkan aksi genosida di Gaza.
Pada Minggu (21/1/2024), Hamas menyatakan bahwa apa yang disebarkan oleh Israel atas tuduhan bahwa Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) pada (7/10/2023), menargetkan warga sipil Israel, hanyalah kebohongan dan rekayasa.
Sumber tuduhan itu disebut adalah narasi resmi Israel dan tidak ada sumber independen yang bisa membuktikan kabar palsu tersebut.
Hamas kemudian mengatakan, sudah menjadi fakta umum bahwa narasi resmi Israel selalu berupaya menjelek-jelekkan perlawanan Palestina, sekaligus melegalkan agresi brutalnya terhadap warga Gaza.
"Apa yang disebarkan oleh Israel atas tuduhan bahwa Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) pada 7 Oktober, menargetkan warga sipil Israel, hanyalah kebohongan dan rekayasa," ungkap Hamas dalam dokumen yang dirilis lewat Kantor Media Hamas, Minggu (21/1/2024).
"Sumber tuduhan ini adalah narasi resmi Israel dan tidak ada sumber independen yang bisa membuktikan kabar palsu itu."
"Sudah menjadi fakta umum bahwa narasi resmi Israel selalu berupaya menjelek-jelekkan perlawanan Palestina, sekaligus melegalkan agresi brutalnya terhadap warga Gaza," lanjut Hamas.
Adapun, setidaknya, Hamas membongkar enam kebohongan Israel yang menyudutkan gerakan perlawanan Palestina sejak serangan (7/10/2023).
Sebagai informasi, dikabarkan bahwa segera setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.
Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 27.708 jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (7/2/2024).
Sementara, ada 1.147 kematian di wilayah Israel dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024).
Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 137 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Batalyon Artileri ke-8410 Israel Mundur dari Gaza, Perwira Intelijen IDF Berpangkat Tinggi Resign
Host: Nina Agustina
VP: Yohanes Anton
Reporter: Ninaagustina
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Kapal Rusia di Haifa, Barak IDF Remuk Dihujani Rudal, Trump Terancam Dimakzulkan
6 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rusia Keluarkan Peringatan, Sebut AS-Israel Siapkan Serangan Darat ke Iran di Tengah Negosiasi
6 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Barak Militer Israel Luluh Lantak hingga Pasukan IDF Sekarat Dihujani Rudal Salvo dari Lebanon
6 jam lalu
Berita Terkini
Kapal Rusia Mendadak Tiba di Pelabuhan Haifa Israel seusai Gencatan Senjata AS-Iran Gagal
7 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Bersejarah! Israel-Lebanon Bertemu di Washington, Peluang Damai Mulai Terbuka di Kawasan
8 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.