Konflik Palestina Vs Israel
Terhalang Pemboman Israel, Mesir Bantah Tuduhan Joe Biden soal Tutup Jalur Bantuan di Rafah
TRIBUN-VIDEO.COM - Mesir menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang mengatakan Mesir menutup jalur penyeberangan Rafah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Perbatasan Mesir dan Jalur Gaza sepanjang 14 Kilometer di Rafah dilengkapi pagar baja yang tinggi, yang dibangun oleh Mesir di masa lalu.
Joe Biden menuduh Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, sengaja menutup perbatasan itu pada awal agresi Israel, yang menghambat masuknya bantuan ke Jalur Gaza.
Ia menggambarkan AS sebagai penyelamat yang melobi Israel dan Mesir agar mengizinkan masuknya bantuan ke Jalur Gaza.
"Pada awalnya tidak ingin membuka penyeberangan untuk memungkinkan masuknya bahan-bahan kemanusiaan. Saya berbicara dengannya dan meyakinkan dia (El-Sisi) untuk membuka penyeberangan. Saya berbicara dengan Bibi (Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu) untuk membuka gerbang dari sisi Israel," katanya, Kamis (8/2/2024), dikutip dari SkyNews.
Baca: Joe Biden Pertama Kali Sebut Aksi Israel di Gaza Berlebihan, akan Fasilitasi Pertukaran Sandera
Kepresidenan Mesir lalu menerbitkan surat yang berisi tanggapan terhadap pernyataan Joe Biden.
“Mengacu pada pernyataan Presiden Amerika pada tanggal 8 Februari 2024 mengenai situasi di Jalur Gaza, Kepresidenan Republik Mesir menegaskan konsensus posisi dan kelanjutan kerja sama dan kerja sama intensif antara Mesir dan Amerika Serikat mengenai upaya mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza.." bunyi pernyataan itu, Jumat (9/2/2024).
"Mesir sejak awal sudah membuka penyeberangan Rafah tanpa batasan atau syarat, dan memobilisasi bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar, baik dari Mesir sendiri atau melalui semua negara yang mengirimkan bantuan ke Bandara Al-Arish, di Kegubernuran Sinai Utara Mesir," lanjutnya.
Mesir mengatakan, justru pemboman Israel di Rafah yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan dan bukan kehendak Mesir.
"Pengeboman yang terus-menerus terhadap penyeberangan sisi Palestina oleh Israel, yang diulangi sebanyak 4 kali, menghalangi masuknya bantuan," lanjutnya, dikutip dari Reuters.
Mesir menegaskan, setelah pemboman itu terakhir, Mesir segera memperbaiki penyeberangan dan membuat penyesuaian teknis yang diperlukan.
"Dengan demikian, memungkinkan masuknya bantuan dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat Jalur Gaza," tambahnya.
Baca: Hizbullah Balas Israel yang Mengebom Kota Nabatieh, Balas Serang Rudal ke Pangkalan Udara Meron
Dalam pernyataan itu, Mesir mengklaim negaranya berperan besar dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Jalur Gaza.
Akibat pemboman Israel di perbatasan, Mesir mengalami banyak tekanan dan beban untuk mengoordinasikan proses masuknya bantuan.
Untuk menjamin masuknya bantuan dengan aman, Mesir bekerja sama dengan pihak regional dan internasional untuk menekan Israel agar tidak menargetkan Rafah.
Mesir mengatakan 80 persen bantuan yang disediakan oleh Mesir telah sampai ke Jalur Gaza.
Segera setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.
Kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 28.000 jiwa sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Jumat (9/2/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Anadolu.
Israel memperkirakan, masih ada kurang lebih 137 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023. (*)
Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Ika Vidya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Joe Biden Tuduh El-Sisi Blokir Jalur Bantuan di Rafah, Mesir: Semua Salah Israel
# Joe Biden # Rafah # Israel # pasukan Israel
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Iran Siaga Perang Siapkan Kuburan Massal, Israel Digugat Prancis
7 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Pasca-Pembatasan Ketat Israel, 140 Ribu Jemaah Padati Masjid Al-Aqsa untuk Salat Idul Adha
9 jam lalu
Tribunnews Update
Prancis Geram Aktivis Global Sumud Flotilla Dipaksa Sujud Tentara Israel, Siap Ambil Langkah Hukum
9 jam lalu
Tribunnews Update
Israel Klaim Bunuh Pemimpin Baru Sayap Militer Hamas dalam Serangan di Gaza, Baru Menjabat Seminggu
9 jam lalu
Berita Terkini
Jubir Iran Ungkap Alotnya Damai dengan AS, Keluhkan Sikap Kontradiksi dan Inkonsistensi Washington
13 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.