TRIBUNNEWS UPDATE
Israel Tabuh Genderang Perang! Sebut Iran Target Sah Zionis, Timur Tengah Makin Membara
TRIBUN-VIDEO.COM - Israel secara terang-terangan menyebut bahwa kini Iran adalah target sah dari rezim Zionis.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Ekonomis Israel Nir Barkat.
Israel menyerukan hal itu karena Iran dianggap telah menentang Zionis.
Dikutip dari Al Mayadeen, hal itu diumumkan oleh Nir Barkat pada Rabu (24/1/2024).
Ia mengatakan bahwa Iran adalah target yang sah bagi Israel.
Barkat menyebut bahwa Teheran merupakan kepala ular.
Menteri Israel itu bahkan mengklaim pihaknya mampu untuk terus berperang.
Bahkan mereka menyatakan kesanggupan untuk membuka front baru dengan Lebanon meski pengeluaran militer lebih dari 250 juta dollar per hari.
Diketahui sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian berpandangan bahwa kemungkinan perang regional yang lebih luas di Timur Tengah kini semakin meningkat karena cakupan perang semakin luas.
Diplomat Iran pun menilai jika cakupan perang semakin luas maka bahaya prang yang lebih luas di Timur Tengah juga akan meningkat.
Abdollahian pun lantas mengaitkan meningkatkan ketegangan perang ini dengan adanya Amerik serikat.
Menurutnya, jika AS menghentikan dukungannya terhadap Israel maka Perdana Menteri Bejamin Netanyahu tidak akan bertahan selama 10 menit.
Sehingga Abdollahian menilai kunci untuk menyelesaikan perang ini ada di AS.
(Tribun-Video.com)
Baca: Rangkuman Hari Ke-111 Perang Israel-Hamas: Iran Gertak Israel hingga 15 IDF Tewas di Persembunyian
Baca: Suami KDRT ke Istri, Paksa Tenggak Cairan Pembersih hingga Tewas, Anak Menangis Bilang ke Tetangga
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkini
Eagle 44 Jadi Momok AS! Pangkalan Bawah Tanah Iran Tak Tersentuh Serangan Trump
5 hari lalu
Konflik Timur Tengah
Siaga Serangan! Iran Perbaiki Pangkalan Rudal Bawah Tanah yang Pernah Dibombardir AS-Israel
5 hari lalu
Berita Terkini
Video Evakuasi Tentara Israel dari Lebanon ke Haifa Usai Digempur Serangan Hizbullah
5 hari lalu
Konflik Timur Tengah
Ancaman Trump ke Iran Picu Desakan Pemakzulan di AS, Puluhan Demokrat Dorong RUU Baru di Kongres
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.