Mancanegara
Buntut 18 Serangan Udara AS Berjam-jam di Beberapa Wilayah Yaman, Yahya Saree Bersumpah Beri Hukuman
TRIBUN-VIDEO.COM - Buntut 18 serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Inggris berjam-jam di beberapa wilayah Yaman.
Juru bicara militer Houthi Yaman, Yahya al-Saree pun memberikan sumpah akan memberikan hukuman setimpal.
Kabar itu diumumkan Saree dalam sebuah penyataan pada (23/1/2024).
Dikutip dari Tribunnews pada (24/1), Saree menyatakan bahwa serangan udara musuh menargetkan beberapa wilayah.
Baca: Ejek Serangan AS! Houthi Sebut Agresi AS-UK Buat Rakyat Yaman Makin Kuat: Kami Bertekad Hadapi Anda
Rinciannya, 12 serangan di Kegubernuran Amanat al-Asimah dan Sanaa, tiga serangan di Kegubernuran Hodeidah, dua serangan di Kegubernuran Taiz, dan satu serangan di Kegubernuran Al-Bayda.
“Pesawat agresi Amerika-Inggris melancarkan 18 serangan udara selama beberapa jam terakhir, yang didistribusikan sebagai berikut: 12 serangan di Kegubernuran Amanat al-Asimah dan Sanaa, tiga serangan di Kegubernuran Hodeidah, dua serangan di Kegubernuran Taiz, dan satu serangan di Kegubernuran Al-Bayda,” kata juru bicara militer Houthi Yaman Yahya al-Saree dalam pernyataannya.
Sehingga, Saree menekankan bahwa serangan terbaru AS-Inggris demi membela Israel tersebut, tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa hukuman.
Baca: Pasukan AS dan Inggris Melancarkan Serangan Baru yang Menargetkan Situs Militan Houthi di Yaman
“Serangan-serangan ini tidak akan dibiarkan begitu saja atau tidak dihukum,” tambah pernyataan itu.
Yaman bersumpah akan menanggapi serangan udara terbaru AS-Inggris tersebut.
Houthi Yaman berjanji untuk menanggapi serangan terbaru AS-Inggris terhadap negara tersebut.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dibombardir 18 Serangan, Houthi Yaman Bersumpah akan Membalas Serangan Udara Terbaru AS-Inggris
Host: Yessy Wienata
VP: Ananda Bayu S
# Yaman # Houthi # Amerika # Inggris
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com
Negosiasi AS-Iran Buntu, Wapres AS JD Vance Sebut Isu Nuklir Jadi Biang Kerok
Senin, 13 April 2026
Berita Terkini
Inggris Enggan Terlibat Blokade AS di Selat Hormuz, Fokus pada Kebebasan Navigasi
Senin, 13 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Klaim Negara Teluk akan Bantu Blokade Hormuz, Inggris Tegaskan Tak Ikut Operasi Militer AS
Senin, 13 April 2026
Berita Terkini
Gagal Lintasi Selat Hormuz, Dua Kapal Perusak AS Dipaksa Putar Balik oleh Iran
Senin, 13 April 2026
Berita Terkini
Mengapa Trump Blokade Selat Hormuz? Ini Alasan Strategis di Balik Keputusannya
Senin, 13 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.