Sabtu, 18 April 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu Mau Damai Asal Warga Palestina Dipindahkan ke Luar Negeri, Hamas: Ide Konyol Israel

Kamis, 28 Desember 2023 16:15 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu bersedia mengupayakan perdamaian.

Namun demikian, ia mengusulkan agar warga Palestina termasuk di Gaza bermigrasi mencari suaka ke berbagai penjuru negeri.

Benjamin Netanyahu ingin warga Palestina dipindahkan ke luar negeri.

Maka Benjamin Netanyahu sepakat mengusulkan perdamaian di kawasan rawan konflik itu.

Meski demikian, rencana Benjamin Netanyahu itu mendapatkan tentangan keras dari milisi Hamas di Gaza yang menyebutnya dengan 'ide konyol Israel.

“Apa yang dikatakan oleh penjahat perang Netanyahu tentang pekerjaannya dengan negara-negara untuk meloloskan rencana imigrasi sukarela bagi rakyat Palestina dari Jalur Gaza adalah rencana yang tidak masuk akal,” kata Brigade Al-Qassam dalam unggahan di Telegram, Senin (25/12/2023).

Hamas menambahkan, apa yang disampaikan Netanyahu adalah upaya memasarkan ilusi untuk memperpanjang agresi setelah ia dan pasukan Israel gagal mencapai tujuan di Jalur Gaza.

"Rencana konyol (oleh Netanyahu) adalah upaya memasarkan ilusi karena kegagalan pasukannya di Jalur Gaza," lanjutnya.

Baca: 8 Tentara Tewas seusia Brigade Izz al-Din al-Qassam Ledakkan Terowongan yang Dibuka Israel di Gaza

"Netanyahu berpikir ia dapat melarikan diri dari hak untuk menghentikan agresi dan perang genosida," tambahnya.

Hamas dengan lantang menolak gagasan pemindahan warga Palestina ke luar negeri.

Hamas tegas menyampaikan bahwa warga Palestina harus bertahan melindungi Tanah Airnya.

“Orang-orang Palestina menegaskan posisi tegas mereka dalam menolak deportasi dan pengungsian." ungkap.

"Tidak ada imigrasi dan pilihan selain tetap tinggal di tanah kami, dan tidak akan membiarkan musuh aneh ini mengganggu tanah kami untuk meloloskan rencana apapun yang melenyapkan tujuan kami atau menjauhkan rakyat kami dari tanah dan tempat suci kami,” lanjutnya.

Selain Hamas, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina (PA) juga mengutuk posisi dan pernyataan Benjamin Netanyahu dan sejumlah pemimpin Partai Likud pada pertemuan partai baru-baru ini.

Kementerian Luar Negeri PA menilai pernyataan Netanyahu adalah salah satu tujuan perang Israel untuk memindahkan penduduk Palestina dari Jalur Gaza dan menguasai wilayah tersebut.

Ia mengecam negara-negara yang mendukung Israel dan terus melakukannya untuk mengusir penduduk Palestina dengan dalih membela diri.

Baca: Kian Tegang! Korut Siap-siap Perang, Perintahkan Militer & Industri Senjata Kebut Program Nuklir

Sementara itu, Front Populer untuk Pembebasan Palestina juga mengomentari pernyataan Netanyahu.

"Palestina adalah tanah bangsa Palestina, nenek moyang, dan masa depan cucu-cucunya, dan kita akan kembali ke sana." ungkapnya.

"Pengorbanan besar yang dilakukan rakyat kita dan kelompok perlawanan saat ini, di antara tujuan terpenting mereka, yaitu merebut wilayah kita," kata perwakilan Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Senin.

Media berita Israel, Israel Today, mengutip perkataan Netanyahu tentang rencana migrasi bagi penduduk Palestina dari Jalur Gaza yang akan melibatkan negara lain.

Menurut Israel Today, perwakilan dari Partai Likud yang dipimpin oleh Netanyahu, Danny Danon, mengatakan Kanada sudah mulai membahas rencana itu.

Menurutnya hal ini akan diorganisir setelah perang di Jalur Gaza selesai.

Menurut surat kabar tersebut, Netanyahu menanggapi Danon dengan mengatakan, “Kami sedang mengusahakannya.”

Hingga kini rencana Netanyahu tersebut menuai beragam kecaman dari sejumlah negara.

(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)

Baca berita terkait hanya di sini

# Konflik Palestina Vs Israel # Netanyahu # Hamas # Gaza # Zionis

Editor: Dyah Ayu Ambarwati
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved