Minggu, 19 April 2026

Nasional

Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat, Ini 3 Kriteria Menteri yang Terancam Dicopot Prabowo

Sabtu, 18 April 2026 15:25 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet kembali mencuat beberapa hari terakhir.

Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengganti sejumlah pembantunya di dalam kabinet.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa, menilai sejatinya reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Namun ia menilai publik sebenarnya wajar ingin mengetahui kapan reshuffle dilakukan.

"Dalam pemerintahan, presiden paham dan punya kewenangan penuh untuk menentukan siapa yang masuk dan keluar kabinet, meski begitu wajar juga rakyat ingin tahu reshuffle kabinet akan dilakukan," ujar Hensa kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).

Ia berpendapat terdapat tiga faktor yang menentukan pertimbangan Prabowo dalam melakukan reshuffle kabinet.

Di antaranya subjektifitas like and dislike, objektifitas terkait kinerja, dan faktor politis.

Baca: Andrie Yunus Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Kasus Air Keras Tak Ditangani Peradilan Militer

"Ada tiga menurut saya yang menentukan presiden melakukan reshuffle yaitu subjektifitas alias suka atau tidak suka, objektifitas terkait kinerja, dan yang paling penting politis dalam arti mengganggu soliditas kabinet atau tidak," kata Hensa.

Di sisi lain, Hensa pun mengingatkan para pejabat menyadari pentingnya meritokrasi di dalam pemerintahan agar birokrasi bisa tercipta secara profesional.

"Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi," kata Hensa.

Hensa pun menilai terkadang para pejabat di Indonesia tidak menyadari persoalan meritokrasi ini.

Banyak pejabat yang menjalankan suatu jabatan tanpa mengerti tugas dan bidang dari jabatan tersebut.

"Semisal contoh, Nadiem misalnya, kalau tidak bisa jadi menteri pendidikan ya jangan diambil (jabatannya), atau misalnya siapa lah, kalau tidak bisa jadi menteri kehutanan, jangan diambil, yang susah tuh rakyat," ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini berharap kepada semuanya agar lebih memahami perannya masing-masing agar pekerjaan serta hasilnya dapat terlihat dan sejalan.

"Setiap orang punya perannya sendiri-sendiri, saya juga punya peran sendiri, jadi harus hormati peran itu," ujar Hensa.

Saat ditanya mengenai siapa-siapa saja yang akan di-reshuffle, Hensa menjawab bahwa dirinya bukan Presiden Prabowo Subianto yang tahu siapa dan kapan reshuffle itu akan dilakukan.

"Nama saya Hendri Satrio, bukan Prabowo Subianto, yang tahu kapan dan siapa saja yang akan di reshuffle ya hanya pak Prabowo sebagai seorang presiden," pungkas Hensa.

Sudah Tiga Kali

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perombakan kabinet sebanyak tiga kali sejak menjabat pada Oktober 2024.

Reshuffle Pertama (19 Februari 2025) : Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.
Reshuffle Kedua (8 September 2025) : Perubahan sejumlah posisi menteri dan wakil menteri, termasuk pengisian jabatan yang kosong.
Reshuffle Ketiga (17 September 2025) : Erick Thohir digeser menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Baca: Momen Prabowo Minta Maaf ke Wartawan, Larang Media Masuk saat Pengarahan Retreat Ketua DPRD


Kabar soal Reshuffle Terbaru
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya beberapa kali dikabarkan melakukan sejumlah reshuffle kabinet. Kali ini, isu itu kembali mencuat di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas.

Isu perombakan kabinet jilid VI ini sebelumnya santer akan dilakukan Presiden pada Februari lalu setelah Thomas Djiwandono bertukar posisi dengan Juda Agung, dari posisi Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Reshuffle nanti dilakukan setelah usia Pemerintahan Prabowo-Gibran setahun lebih. Beredar kabar rencana perombakan kabinet sudah dibahas Presiden Prabowo pada akhir tahun 2025. 

Awalnya, reshuffle akan dieksekusi pada Januari sepulang dari lawatan luar negeri yakni Inggris dan London.

Perombakan kabinet yang rencananya akan dilakukan Presiden, diisukan akan menyasar lebih dari lima kementerian. 

Perombakan semakin menguat setelah adanya tukar guling antara Thomas Djiwandono dengan Juda Agung. Namun, pelantikan Wamenkeu dilakukan lebih dulu.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya merespons mengenai isu perombakan kabinet yang akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat. Dia hanya menjawab singkat mengenai isu tersebut.

“Tunggu saja,” kata Teddy singkat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Teddy tidak menjawab tegas apakah perombakan kabinet akan dilakukan dalam pekan ini atau tidak. 

Menurutnya, soal perombakan kabinet akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo.

“Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, 3 Kriteria Menteri yang Diprediksi Bakal Didepak Prabowo

# Isu # Reshuffle Kabinet # Menguat # Kriteria # Menteri  # Prabowo Subianto # hak prerogatif # presiden # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved