Minggu, 12 April 2026

LIVE UPDATE

Pakar Ekonomi: Kondisi Keuangan Tangguh, Hamas Mampu Bertahan Hadapi Perang Israel di Gaza

Selasa, 19 Desember 2023 15:33 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Pakar Israel dalam ekonomi Palestina, Yitzhak Gal menyoroti perang yang masih berkecamuk dan melibatkan Hamas di Gaza.

Menurut Yitzhak Gal, dengan kondisi keuangan yang tangguh, Hamas diperkirakan mampu bertahan menghadapi perang dengan Israel.

Hal itu dikarenakan, Hamas cukup baik dalam mengembangkan dan mengoperasikan sistem penukaran uang yang sangat kompleks.

Mengingat pula pertukaran tersebut dijalankan melalui Turki, Uni Emirat Arab, Eropa.

Baca: Houthi Tak Main-main! Ancam Hancurkan Ladang Minyak & Gas Jika UEA-Arab Saudi Bantu Israel

Bahkan jumlah dukungan tersebut belum berkurang sejak serangan Hamas mencuat pada 7 Oktober lalu.

“Meskipun melakukan kekejaman, Hamas tampaknya mendapatkan dukungan dari segmen populasi tertentu secara internasional sebagai pelopor perlawanan,” jelas Lucas Webber, salah satu pendiri situs spesialis Militant Wire.

Di sisi lain Yitzhak Gal menyebut, bantuan Iran dalam bentuk peralatan militer diselundupkan beberapa tahunlalu dari Mesir.

Yakni melalui terowongan yang digali antara Gaza dan Gurun Sinai, yang kini ditutup.

Lantas, Gal menyebut keuangan Hamas di masa depan akan dikaitkan dengan bagaimana masa depan Gaza.

“Ketika perang berhenti dan kehidupan normal kembali berjalan, pertanyaannya adalah: apakah seluruh sistem pembiayaan ini akan dilanjutkan atau diubah?” katanya.

Sementara itu, pendiri situs spesialis Militant Wire, Lucas Webber mengatakan, selama ini yang paling setia mendukung Hamas ialah Teheran.

Diketahui, kontribusi tahunan Iran kepada Hamas mencapai antara $70 juta hingga $100 juta.

Adapun kontribusi tersebut diberikan melalui beragam sumber yang mencakup pembayaran dalam mata uang kripto, uang tunai dan transfer melalui bank asing dan sistem informal “hawala.”

“Apa pun yang masuk akan masuk ke Hamas dan mereka memutuskan siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati,” kata Gal.

Sebagai informasi, Qatar sempat membayar gaji pegawai negeri, seperti dokter dan guru.

Yakni Qatar memberikan $100 per bulan kepada 100.000 keluarga termiskin di wilayah Gaza dengan total pembayaran sebesar $1,49 miliar antara 2012 dan 2021.

Terkait dukungannya itu, pekan lalu, pemimpin negosiator dan diplomat sandera Qatar, Abdulaziz Al-Khulaifi, mengindikasikan bahwa pendanaan emirat Teluk untuk Gaza akan terus berlanjut.

Terkini dilaporkan Israel akan melakukan berbagai upaya untuk menumpas Hamas.

Hal itu sempat disampaikan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang berjanji akan menghabisi Hamas.

Pihaknya tak terima lantaran Hamas telah menewaskan warga sipil dan asing pada 7 Oktober lalu.

Selain itu, Israel juga tak terima lantaran Hamas telah menyandera 200 lebih warganya dan membawa ke Jalur Gaza.

Netanyahu menegaskan akan berupaya mengembalikan 129 tawanan yang masih disandera Hamas di Gaza.

Adapun ratusan tawanan sudah dibebaskan sejak gencatan senjata di Gaza selama seminggu dan berakhir pada Jumat (1/12/2023).(Tribun-Video.com/voaindonesia.com)


Artikel ini telah tayang di voaindonesia.com dengan judul "Kondisi Keuangan Tangguh, Hamas Diproyeksikan Mampu Bertahan Hadapi Perang dengan Israel"

# Israel # Palestina # Gaza

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Israel   #Palestina   #Gaza

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved