Jumat, 12 Juni 2026

Konflik Palestina Vs Israel

'Orang Dalam' Arab Saudi Gabung AS, Hadapi Angkatan Bersenjata Yaman yang Mengganas di Laut Merah

Rabu, 13 Desember 2023 14:55 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Angkatan Bersenjata Yaman menunjukkan tekadnya untuk memblokade Laut Merah bagi entitas Israel dalam upaya mereka mendukung solidaritas terhadap Palestina dalam Perang Gaza.

Terbaru, pada 12 Desember, Angkatan Bersenjata Yaman yang terafiliasi Ansarallah Houthi, mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap kapal Norwegia di utara selat Bab al-Mandab yang sedang dalam perjalanan ke Israel.

“Angkatan laut Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer [efisien] terhadap kapal Norwegia ‘Astrinda’, yang memuat minyak dan menuju ke entitas Israel. Itu ditargetkan dengan rudal yang sesuai,” bunyi pernyataan Yaman.

"1-Angkatan laut Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer kualitatif terhadap kapal Norwegia "Astrinda", yang memuat minyak dan menuju ke entitas Israel. Kapal itu ditargetkan dengan rudal angkatan laut yang sesuai," tulis cuitan juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Yahya Sare'e (@Yahya_Saree) 12 Desember 2023.

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman, Yahya Saree mengatakan, selama dua hari terakhir, angkatan bersenjata Yaman berhasil mencegah lewatnya beberapa kapal.

Baca: Israel Mulai Pompa Air Laut ke dalam Tanah untuk Membanjiri Terowongan-terowongan Hamas di Gaza

Mereka tidak akan ragu menargetkan kapal mana pun yang melanggar dan mencegah semua kapal yang menuju ke pelabuhan Israel untuk berlayar di Laut Arab dan Laut Merah.

“Selama dua hari terakhir, angkatan bersenjata Yaman berhasil mencegah lewatnya beberapa kapal. Mereka menanggapi peringatan angkatan laut Yaman, yang tidak menargetkan kapal Norwegia yang memuat minyak sampai awaknya menolak semua seruan peringatan,” tambahnya.

Data pelacakan kapal menunjukkan tujuan kapal adalah Venesia, Italia.

Pimpinan perusahaan pemilik kapal tersebut mengatakan kepada Al-Jazeera kalau tidak ada korban jiwa dan kapal telah melanjutkan perjalanan ke “pelabuhan yang aman”.

Namun, laporan media Ibrani menyebutkan kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di pelabuhan Ashdod, Israel bulan depan.

Gerakan perlawanan Ansarallah dan Angkatan Bersenjata Yaman telah menyatakan perang terhadap pelayaran Israel di Laut Merah dan tempat lain sebagai solidaritas terhadap perlawanan Palestina di Gaza.

Sejak 19 November, Yaman telah menyita satu kapal yang terkait dengan Israel dan melancarkan serangan drone terhadap setidaknya dua kapal lainnya.

Perlawanan Yaman juga telah melancarkan beberapa serangan drone dan rudal terhadap sasaran Israel, khususnya kota Eilat yang diduduki di selatan.

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree mengumumkan pada 9 Desember kalau Yaman akan mencegah lewatnya kapal apa pun yang menuju Israel di Laut Merah dan Arab jika makanan dan obat-obatan tidak memasuki Jalur Gaza.

Menteri Penerangan di pemerintahan Sanaa, Daifallah al-Shami, mengkonfirmasi keputusan Yaman kepada Al-Mayadeen pada Sabtu, dengan mengatakan: “Kami tidak dapat mengizinkan kapal untuk mengangkut obat-obatan dan makanan ke wilayah pendudukan sementara rakyat kami di Palestina dilarang melakukan hal tersebut.”

Baca: Militer Israel Temukan Jasad 2 Sandera Hamas saat Operasi di Gaza, Satu di Antaranya Tentara IDF

Menurut laporan baru-baru ini yang mengutip para pejabat AS, Washington telah mengatakan kepada Tel Aviv untuk tidak menanggapi serangan Yaman agar tidak memperluas konflik regional yang sudah berkembang di Asia Barat.

Namun, saluran Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa negara tersebut telah mengatakan kepada Washington bahwa mereka akan mengambil tindakan militer terhadap Ansarallah jika komunitas internasional “tidak bertindak.”

Awal bulan ini, dilaporkan kalau Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, termasuk Israel, sedang mempertimbangkan pembentukan satuan tugas (Satgas) angkatan laut yang bertujuan melindungi kapal-kapal Israel dari ancaman maritim Yaman.

Satgas Laut bentukan AS ini dilaporkan juga akan diperkuat 'orang dalam' di pemerintahan Yaman, faksi yang didukung Arab Saudi.

'Orang dalam' di pemerintahan Yaman itu adalah Dewan Kepemimpinan Presiden (PLC).

Elemen ini adalah satu dari tiga pemerintahan pararel yang ada di Yaman.

Sebuah sumber di PLC mengungkapkan kepada Sputnik kalau pemerintahannya telah diundang untuk berpartisipasi dalam kekuatan angkatan laut internasional yang bertujuan untuk menghadapi Ansarallah.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Arab Saudi dan UEA akan mendukung partisipasi PLC dalam angkatan laut melalui ruang operasi gabungan multinasional.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Angkatan Bersenjata Yaman Makin Galak di Laut Merah, 'Orang Dalam' Arab Saudi Gabung Satgas Laut AS

# Arab Saudi # Israel # Laut Merah # Gaza # Yaman

Editor: Unzila AlifitriNabila
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Yaman   #Gaza   #Laut Merah   #Israel   #Arab Saudi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved