LIVE UPDATE
Iran Balas Amerika! Pangkalan AS Diserang, Teheran Turut Hantam Negara Teluk dan Yordania
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.
Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Langkah itu disebut sebagai balasan atas serangan udara terbaru yang dilakukan Washington.
Sebelumnya, militer AS kembali menggempur sejumlah target di wilayah Iran.
Komando Pusat Militer AS, CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai tindakan pertahanan diri.
Serangan dilakukan selama dua hari berturut-turut.
Baca: Kuwait Tutup Ruang Udara seusai Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Tutup Selat Hormuz
Presiden Donald Trump menuduh Iran mengulur waktu dalam proses perundingan damai.
Trump juga memperingatkan bahwa tekanan militer akan terus ditingkatkan.
Tak lama setelah itu, ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Iran.
Beberapa titik terdampak berada di dekat Selat Hormuz.
Iran kemudian mengklaim menyerang fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Laporan berikutnya juga menyebut Yordania ikut menjadi sasaran.
Minggu ini, sebuah helikopter militer Amerika Serikat ditembak jatuh dalam sebuah serangan yang dituduhkan kepada Iran.
Baca: Rangkuman AS-Iran: Teheran Hancurkan Gudang Jet Musuh, Israel Ancam Serangan Belum Selesai
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.
Rangkaian serangan ini semakin menguji gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua bulan.
Situasi di kawasan pun kembali menjadi perhatian dunia.
Di tengah konflik yang memanas, Selat Hormuz menjadi fokus utama.
Iran mengklaim telah meningkatkan kontrol di kawasan tersebut.
Media pemerintah Iran bahkan melaporkan penutupan Selat Hormuz.
Namun klaim itu dibantah oleh pihak militer Amerika Serikat.
Menurut CENTCOM, kapal dagang masih dapat melintas di jalur tersebut.
Meski begitu, kekhawatiran pasar langsung meningkat.
Harga minyak dunia melonjak setelah kabar terbaru dari kawasan Teluk.
Harga minyak Brent sempat menembus 95 dolar AS per barel.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan militer.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya tetap bertahan.
Kementerian Luar Negeri Iran menilai AS mengganggu jalur diplomasi.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kembali memberi peringatan keras.
Baca: AS-Iran Kembali Baku Tembak! Perang Pecah Lagi di Timur Tengah: Selat Hormuz Ditutup Total Teheran
Washington menilai Teheran telah menyia-nyiakan peluang mencapai kesepakatan.
Meski saling menyerang, jalur diplomatik belum sepenuhnya tertutup.
Delegasi dari Qatar dilaporkan tiba di Teheran untuk melakukan pembicaraan.
Namun sejumlah perbedaan mendasar masih menjadi hambatan.
Amerika Serikat meminta pembatasan program nuklir Iran.
Washington juga menuntut penyerahan cadangan uranium yang diperkaya.
Sebaliknya, Iran meminta pencabutan sanksi ekonomi.
Teheran juga menuntut pembebasan aset yang dibekukan di luar negeri.
Artikel ini telah tayang di BBC dengan judul, US and Iran exchange strikes across Middle East for second day in a row
Program: Live Update
Host: Yustina Kartika Gati
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Anggraini Puspasari
#IranvsUSA #GeopolitikTimurTengah #PangkalanASDiserang #KonflikRegional #SelatHormuz #KeteganganTeluk #YordaniaUpdate #MiliterInternasional #KrisisEnergiGlobal #TeheranBalas #Juni2026 #BreakingNews
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Geram Iran Bombardir Aset AS di Timur Tengah, Ancam Bakal Beri Serangan yang Lebih Keras
1 jam lalu
Mancanegara
Iran Klaim Berhasil Hantam Pangkalan Militer Israel! Citra Satelit Ungkap Kondisi Terkini
4 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.