TRIBUNNEWS UPDATE
Kuwait Tutup Ruang Udara seusai Iran Klaim Serang Pangkalan AS dan Tutup Selat Hormuz
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran untuk hari kedua berturut-turut (11/6/2026).
Serangan tersebut terjadi tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth memperingatkan akan mengambil tindakan keras terhadap Iran.
Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah lokasi, termasuk Teheran bagian barat, Provinsi Fars, Bandar Abbas, serta beberapa wilayah di Provinsi Isfahan.
Baca: Konflik Memanas! AS Serang Iran Lebih dari 3 Jam, Teheran Balas Bidik Pangkalan Militer Amerika
Sebagai respons atas serangan terbaru AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Dilaporkan, IRGC menyebut bahwa sebanyak 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Udara Ali Al-Salem dan Ahmad Al-Jaber berhasil dihantam.
"Selama dua gelombang operasi, 18 target penting milik Angkatan Darat AS di Pangkalan Angkatan Udara Ali al-Salem dan Ahmad al-Jaber telah dihantam," ujar IRGC.
IRGC juga mengklaim telah menyerang dan menghancurkan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain.
Selain itu, IRGC menyatakan Selat Hormuz telah ditutup untuk seluruh kapal yang melintas karena kondisi keamanan kawasan yang semakin memburuk.
"Berlaku segera, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial," ujar sumber IRGC.
Setelah pernyataan Iran mengenai serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca: IRAN MAKIN AGRESIF, Puluhan Pejabat Desak Rudal yang Bisa Menghantam Wilayah Amerika
Dilaporkan sirene serangan udara terdengar di sejumlah wilayah Bahrain.
Dikutip dari Al Jazeera, otoritas penerbangan sipil Kuwait mengumumkan penutupan sementara wilayah udara negara itu sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi konflik di kawasan.
Otoritas tersebut menyatakan penerbangan akan dialihkan ke bandara alternatif sesuai perjanjian dan prosedur yang telah disepakati.
"Penerbangan akan dialihkan ke bandara alternatif sesuai dengan perjanjian dan prosedur yang telah disepakati," ujar otoritas penerbangan sipil Kuwait dalam pembaruan melalui media sosial.
Berdasarkan laporan terbaru, Pusat Komunikasi Pemerintah Kuwait menyatakan sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat target udara musuh yang terdeteksi memasuki wilayah pengawasannya.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hujan Rudal di Timur Tengah, Kuwait Tutup Wilayah Udaranya
Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Tegar Melani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Thalia AshrizarDhanessa
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Negara-Negara Teluk Kompak Mengutuk Keras Iran, Serangan Dinilai Makin Menutup Pintu Dialog
14 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Siaga Tinggi! Mata-mata Israel Agresif Sadap Data Pejabat AS: Potensi Ganggu Kesepakatan Iran
15 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Teheran Hancurkan Gudang Jet Musuh, Israel Ancam Serangan Belum Selesai
15 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.