Selasa, 7 April 2026

Tribunnews Update

Netanyahu Pede IDF Berhasil Tumpas Hamas: Setelah Perang Berakhir Gaza Harus di Demiliterisasi

Rabu, 6 Desember 2023 12:17 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim setengah dari komandan batalyon Hamas telah disingkirkan dari Gaza.

Ia menegaskan Jalur Gaza harus di demiliterisasi setelah perang dengan Hamas berakhir.

Demikian disampaikan Netanyahu dalam pertemuan dengan kabinet perang Israel pada Selasa (5/12).

Netanyahu mengatakan hanya Pasukan Pertahanan Israel yang dapat dipercaya untuk melakukan demiliterisasi.

Baca: Al Qassam Gagah atas IDF! 10 Tentara Israel Dibunuh Dalam 24 Jam di Khan Younis

Ia menegaskan bukan kekuatan internasional mana pun yang dapat menjalankan misi tersebut.

Netanyahu mengingat pengalamannya di masa lalu menunjukan bahwa pasukan internasional tidak efektif dalam demiliterisasi wilayah yang dikuasai pasukan yang memusuhi Israel.

Hal ini merujuk pada kegagalan UNIFIL di Lebanon selatan untuk melakukan demiliterisasi wilayah tersebut setelah Perang Lebanon Kedua pada tahun 2006.

Ia pun mengatakan tidak akan menerima kesepakatan semacam itu di Gaza.

Baca: Iran dan Rusia Bersatu Lawan Sanksi AS, Hubungan Diplomatik Kedua Negara Juga Makin Mesra

Dalam kesempatan itu Netanyahu meyakini tentara IDF lebih unggul dalam pertempuran dan membuat kemajuan terkait kampanyenya di Gaza.

Ia menyatakan bahwa IDF telah membunuh sekitar setengah dari komandan batalyon kelompok Hamas.

IDF kini telah mengepung Jabalya di Gaza utara dan Khan Younis di selatan wilayah kantong tersebut.

(Tribun-Video.com)

Artikel telah tayang dengan judul Netanyahu: Gaza must be demilitarized after war, only the IDF can be trusted to do it 

Host: Rima Anggi
Vp: Adam Sukmana

# Netanyahu # IDF # Hamas # Gaza # demiliterisasi

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Dwi Adam Sukmana
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Netanyahu   #IDF   #Hamas   #Gaza   #demiliterisasi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved