Live Update
LIVE: Netanyahu Tegaskan Bakal Terus Lanjutkan Perang hingga Israel Berencana Bunuh Pemimpin Hamas
TRIBUN-VIDEO.COM - Mossad, Badan intelijen Israel, sedang bersiap membunuh para pemimpin Hamas di seluruh dunia ketika perang di Jalur Gaza mereda.
Hal itu memicu kampanye selama bertahun-tahun untuk memburu ribuan pejuang di Jalur Gaza.
Keteranagn itu dialporkan para pejabat Israel kepada The Wall Street Journal (1/11/2023).
Atas perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, agen mata-mata utama Israel sedang menyusun rencana untuk memburu para pemimpin Hamas yang tinggal di Lebanon, Turkiye dan Qatar, kata para pejabat.
Kampanye pembunuhan ini memperpanjang operasi rahasia Israel yang telah berlangsung selama puluhan tahun, tulis WSJ.
Dikatakan bahwa militer Israel telah memburu militan Palestina di Beirut saat berpakaian seperti wanita, dan membunuh seorang pemimpin Hamas di Dubai saat menyamar sebagai turis.
Israel pun dilaporkan telah menggunakan bom mobil untuk membunuh seorang pemimpin Hizbullah di Suriah dan senapan yang dikendalikan dari jarak jauh untuk membunuh seorang ilmuwan nuklir di Iran, menurut mantan pejabat Israel.
Rencana baru ini akan menandai kesempatan kedua bagi Netanyahu, yang memerintahkan upaya yang gagal pada tahun 1997 untuk meracuni pemimpin Hamas Khaled Meshaal di Yordania.
Baca: Israel Membabi-buta Gencarkan Serangan Pasca Gencatan Senjata, Warga: Gaza Sudah Tak Aman
Upaya yang terdokumentasi dengan baik tersebut berujung pada pembebasan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmed Yassin.
Yang membuat beberapa pejabat Israel khawatir karena rencana terbaru ini tetap menjadi misteri, Netanyahu menyampaikan niatnya melalui telegram dalam pidato nasional pada tanggal 22 November.
“Saya telah menginstruksikan Mossad untuk bertindak melawan pemimpin Hamas di mana pun mereka berada,” ujar Netanyahu mengacu pada badan intelijen asing Israel.
Dalam pidato yang sama, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan para pemimpin Hamas hidup dalam "waktu pinjaman", dan mereka ditandai untuk dibunuh.
“Perjuangan terjadi di seluruh dunia, baik terhadap teroris di Gaza maupun mereka yang terbang dengan pesawat mahal,” tegasnya.
Meskipun Israel biasanya berusaha merahasiakan upaya-upaya tersebut, para pemimpin negara tidak menunjukkan keraguan dalam mengungkapkan niat mereka untuk memburu semua orang yang bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober.
Seperti yang mereka lakukan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas serangan Palestina yang menewaskan 11 atlet Israel dan pelatih di Olimpiade Munich pada tahun 1972.
WSJ mengatakan rencana yang berkembang ini merupakan perpanjangan dari perang Israel di Gaza.
Rencana tersebut mencerminkan niatnya untuk memastikan bahwa Hamas tidak lagi menjadi ancaman serius bagi Israel—sama seperti AS yang memimpin koalisi global melawan Hamas.
Militan ISIS yang mendirikan kekhalifahan yang memproklamirkan diri di beberapa bagian Irak dan Suriah.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Israel juga mempertimbangkan apakah mereka dapat secara paksa mengusir ribuan pejuang Hamas tingkat rendah dari Gaza sebagai cara untuk mempersingkat perang.
Mengutip para pejabat tersebut, surat kabar tersebut mengatakan bahwa beberapa pejabat Israel ingin segera melancarkan kampanye untuk membunuh Meshaal dan para pemimpin Hamas lainnya yang tinggal di luar negeri.
(Tribun-Video.com/ Aawsat.com)
Israel Plans to Kill Hamas Leaders Around the World After War
# Israel # Palestina # Benjamin Netanyahu
Reporter: Yustina Kartika Gati
Video Production: Rania Amalia Achsanty
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDATE
Penampakan Pesawat E-3 AS Hancur Lebur Ditembak Jatuh Iran hingga 12 Tentara Washington Sekarat
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
IRGC Balas Dendam, Targetkan Kampus-kampus AS & Israel seusai 2 Universitas di Iran Dibom
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
3.500 Marinir AS Tiba di Timur Tengah, Media Iran: Selamat Datang di Neraka, Pulang dalam Peti Mati!
Minggu, 29 Maret 2026
Internasional
Iron Dome Kalah Telak! Rudal Iran Hancurkan Pusat Perang dan Radar Kendali Israel
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Demo Besar-besaran 'No Kings' di AS, 8 Juta Orang Protes Perang Iran hingga Gaya Otoriter Trump
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.