TRIBUN VIDEO UPDATE
Analis Militer: Kemarahan Penduduk Gaza ke Hamas Meningkat, Berlindung tapi Masyarakat Menderita
TRIBUN-VIDEO.COM - Analis militer menyebut bahwa kemarahan penduduk Gaza terhadap Hamas meningkat.
Bahkan, disebutnya kemarahan itu meningkat sebelum perang dengan Israel dimulai.
Dikutip dari Sky News pada (27/11), analis militer itu adalah Profesor Michael Clarke.
Baca: Rangkuman Hari Ke-52 Israel-Hamas: 2 Perwira IDF Dipecat | Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang?
Ia mengatakan bahwa penduduk Gaza marah kepada Hamas sebelum perang dan kemarahan itu bahkan kini semakin meningkat.
Ia membeberkan fakta di mana, para pemimpin Hamas tinggal di Qatar.
Bahkan, beberapa dari mereka tinggal di Beirut, dan pergi ke berbagai tempat berbeda.
“Para pemimpin Hamas tinggal di Qatar, beberapa dari mereka tinggal di Beirut. Mereka pergi ke berbagai tempat berbeda.
Ia menyebut bahwa penduduk Gaza marah bahkan selalu marah terhadap Hamas.
Baca: Rangkuman Hari Ke-52 Perang Israel-Hamas: Kekuatan Militer Iran Kian Garang | Kapal AS Diincar Rudal
Lantaran, disebutnya, pejuang Hamas berada di terowongan untuk menjaga keamanan, sementara mereka (penduduk Gaza) menderita.
“Penduduk Gaza sangat marah – mereka selalu marah terhadap Hamas – karena pejuang Hamas, teroris Hamas, berada di terowongan untuk menjaga keamanan sementara mereka menderita.”
Perlu diketahui, Clarke mengatakan bahwa sebelum perang, 67 persen penduduk Gaza tidak percaya Hamas.
Di mana, Hamas disebut tak bisa memberikan manfaat bagi mereka, namun Otoritas Palestina di Tepi Barat pun juga kurang populer.
Menurutnya, hal itu sudah lama menguntungkan Israel.
Selama 20 atau 30 tahun, Israel cukup senang karena pemerintahan Palestina sangat buruk.
Baca: Rangkuman Hari Ke-52 Perang Israel-Hamas: Kekuatan Militer Iran Kian Garang | Kapal AS Diincar Rudal
Sehingga, hal itu memungkinkan mereka untuk tetap terpecah dari satu kelompok di Otoritas Palestina.
Lantaran, kelompok lain diperintah oleh Hamas, dan Israel mampu mengatakan tidak ada orang yang bisa diajak bernegosiasi.
“Hal ini sudah lama menguntungkan Israel. Selama 20 atau 30 tahun, Israel cukup senang karena pemerintahan Palestina sangat buruk, keterwakilannya sangat buruk, dan hal ini memungkinkan mereka untuk tetap terpecah menjadi satu kelompok di Otoritas Palestina. kelompok lain diperintah oleh Hamas, dan Israel mampu mengatakan 'tidak ada orang yang bisa diajak bernegosiasi.'" (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
# TRIBUN VIDEO UPDATE # perang # Hamas # Gaza # Palestina # Israel
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
Momen Kilat Pasukan Iran Sergap Kapal Terafiliasi Israel saat Trump Sibuk Perpanjang Gencatan
1 hari lalu
Tribun Video Update
Update Perang Timur Tengah: 100 Gelombang Serangan Iran Buat Kekuatan Militer AS & Israel Hancur
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.