LIVE UPDATE
Pecah Perang Hizbullah Vs Israel: Arab Saudi Murka Tanggapi Konflik, China Kirim 6 Kapal Perang
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang pejabat senior Hizbullah, mengatakan bahwa kelompok militannya sudah berada di jantung pertempuran.
Sheikh Naim Kassem, wakil pemimpin kelompok bersenjata asal Lebanon itu, juga bersumpah bahwa Israel akan membayar harga yang mahal juka melancarkan serangan darat di Gaza.
Adapun, hal ini terjadi ketika militer Israel mengatakan akan meningkatkan serangannya ke wilayah tersebut.
Serangan ini, diketahui sebagai persiapan untuk tahap berikutnya dari perang.
Dilansir dari Sky News, Sheikh Naim Kassem saat berada di sebuah pemakaman seorang pejuang Hizbullah mengatakan bahwa kelompoknya merupakan sekutu Hamas.
Mereka pun mencoba melemahkan Israel dan memberi tahu bahwa pihaknya siap untuk bertempur.
Baca: Hamas BUNGKAM Israel dengan Rudal hingga 1 Tentara Tewas, Pasukan Zionis Langsung Putar Balik
"Apakah Anda percaya bahwa jika Anda mencoba menghancurkan perlawanan Palestina, para pejuang perlawanan lainnya di wilayah tersebut tidak akan bertindak?" ujarnya.
"Kami berada di jantung pertempuran hari ini. Kami membuat prestasi melalui pertempuran ini," tambahnya.
Adapun, dilaporkan, telah terjadi baku tembak sengit antara militan Hizbullah dan pasukan Israel di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel sejak meletusnya konflik.
Di sisi lain, Kerajaan Arab Saudi juga menyatakan kemarahannya atas penolakan Israel menghentikan serangan ke Palestina meski ada banyak permintaan internasional.
Arab Saudi, juga menyerukan sikap serius dan tegas untuk memberikan perlindungan bagi warga sipil yang tidak bersalah.
Lebih lanjut, kerajaan juga mendesak dibukanya koridor yang aman untuk mengirimkan makanan dan obat-obatan kepada warga sipil di Gaza.
"Pasukan pendudukan Israel bertanggung jawab penuh atas pelanggaran berulang-ulang mereka terhadap semua norma dan hukum internasional," tegas Arab Saudi lagi.
Laporan Al Jazeera menyebut, ada hukum internasional yang mengatur perang.
Terkait hal itu, disebut sebagai hukum humaniter internasional (IHL), di mana ada perlindungan rumah sakit dan pekerja kesehatan.
Sementara menurut Konvensi Jenewa pasal 18 dan 19, orang yang sakit dan terluka, serta staf medis, rumah sakit, dan fasilitas medis keliling dilindungi pada saat perang.
Namun, faktanya, beberapa waktu terakhir justru ada berita bahwa RS, gereja dan masjid yang jadi tempat berlindung warga sipil ikut diserang.
Di sisi lain, terkait konflik ini, negara-negara lain juga terpantau ikut campur.
Baca: Israel Murka Tentaranya Kena Rudal Anti-Tank: Balas Dendam ke Hizbullah dengan Serangan Drone
Laporan terbaru mengungkapkan, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah menempatkan enam kapal perang di Timur Tengah pada minggu ini.
Yakni, sejak gempuran Israel semakin meninggi ke Jalur Gaza hingga merembes ke perbatasan Libanon.
Laporan yang keluar minggu ini mengungkapkan bahwa kapal-kapal China telah ditempatkan di Timur Tengah.
Mereka baru-baru ini bergabung dengan kapal perang yang dikirim Amerika Serikat (AS) ke wilayah tersebut pekan lalu, sehingga berpotensi meningkatkan ketegangan.
Dilansir dari Sputnik pada Minggu (22/10) lalu, kapal-kapal tersebut termasuk kapal perusak berpeluru kendali, kapal pasokan terintegrasi, dan fregat.
(*)
(Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul PECAH Perang Hizbullah Melawan Israel Selain Hamas, Arab Saudi Murka, China Kirim 6 Kapal Perang
# Hizbullah # Israel # Arab Saudi # konflik # kapal perang #
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkini
Markas CIA di Riyadh Digempur Rudal Iran, Serangan Tembus Pertahanan Udara AS
2 hari lalu
Berita Terkini
Iran Abaikan Ultimatum 48 Jam Donald Trump, Sebut Ancaman Presiden AS Tindakan Bodoh
2 hari lalu
Berita Terkini
Operasi True Promise 4: Iran Serang Baterai HIMARS Amerika dan Markas Komando di UEA
2 hari lalu
Terkini Nasional
Tangis Haru Keluarga Pecah di Hadapan Prabowo Saat Temui 3 Jenazah Prajurit TNI
2 hari lalu
Berita Terkini
Ultimatum Trump ke Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.