Jumat, 15 Mei 2026

Konflik Palestina Vs Israel

Iran dan Hamas Sepakat Tetap Kompak meski Gaza Digempur Israel, Ternyata Ini Sejarah Persahabatannya

Selasa, 17 Oktober 2023 11:07 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Gempuran serangan Israel yang terjadi Jalur Gaza sejak beberapa hari lalu tidak menggoyahkan hubungan antara Iran dan Hamas.

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina di Qatar pada Sabtu (14/10).

Hamas menyatakan pertemuan tersebut untuk membahas serangan mematikan kelompok militan Palestina ke Israel dan Iran setuju untuk melanjutkan kerja sama.

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, memuji amukan Hamas ini sebagai "kemenangan bersejarah" yang menunjukkan kemunduran bagi pendudukan Israel di Palestina.

Baca: HAMAS PAMER Drone Kamikaze yang Bikin Kewalahan Iron Dome Israel, Mampu Bawa Hulu Ledak 40 Kilogram

Dukungan terhadap Hamas tidak hanya datang dari pemerintah saja, tetapi juga berasal dari masyarakat Iran.

Pada Jumat (13/10) terdapat aksi demonstrasi di seluruh kota Iran untuk mendukung Hamas sebagai sekutu Islam Teheran.

Para demonstran juga mengecam aksi Israel yang mengebom dan memblokade Gaza.

Pemerintah Iran mengirim pesan ke Israel melalui PBB bahwa mereka tidak ingin melihat eskalasi konflik di Gaza terus berlanjut.

Dilansir dari Middle East Monitor, Iran akan turun tangan jika Israel melanjutkan invasi daratnya ke Gaza.

Hubungan persahabatan antara Hamas dan Iran memiliki sejarahnya ini.

Baca: HAMAS PAMER Drone Kamikaze yang Bikin Kewalahan Iron Dome Israel, Mampu Bawa Hulu Ledak 40 Kilogram

Sejak awal pembentukan Hamas, Iran telah banyak berkontribusi dalam menyokong dana, persenjataan, dan pelatihan militer.

Hubungan ini dimulai saat Hamas melakukan kontak tinggi tinggi dengan Iran ketika Republik Islam melakukan dua konferensi terkait Palestina pada 1990-1991, dikutip dari The Washington Institute for Near East Policy.

Nama Hamas semakin terkenal dengan perannya dalam Intifada Pertama atau kebangkitan Palestina.

Keterlibatan ini membuat 418 pasukan Hamas dideportasi ke Lebanon pada 1992.

Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan Hizbullah menjadi tuan bagi pasukan Hamas yang dideportasi.

Di situlah tempat bagi pasukan Hamas untuk belajar merakit bom bunuh diri.

Saat pasukan Hamas diizinkan kembali ke Gaza, mereka dengan cepat melakukan aksi bom bunuh diri di Israel.

Iran dengan konsisten terus mengirimkan sokongan dana sebesar 50 juta USD setiap tahunnya. (*)

Simak artikel lainnya di sini

Host : Mei Sada Sirait
Video Editor : Latif

# Iran # Israel # Gaza # serangan Israel di Jalur Gaza

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Reporter: Mei Sada Sirait
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved