Selasa, 14 April 2026

Live Update

Warga Palestina yang Bekerja di Israel Diskors dari Tempat Kerja: Dituding Dukung Serangan Hamas

Senin, 16 Oktober 2023 17:33 WIB
Sumber Lain

TRIBUN-VIDEO.COM - Warga Palestina di Israel menghadapi reaksi buruk di tempat kerja dan tempat belajar setelah serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) lalu.

Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (15/10) lalu, pasca serangan, seorang wanita Palestina bernama Noura berangkat bekerja seperti biasa pada pagi hari.

Adapun, ia bekerja di rumah sakit Israel, tempat kerjanya selama lebih dari dua tahun.

Ahli kesehatan asal Palestina ini telah melihat sekilas berita soal serangan dari Hamas, namun karena terburu-buru berangkat kerja, ia belum sepenuhnya memahami besarnya apa yang terjadi di negara tersebut.

Padahal, serangan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Palestina, Hamas terhadap Israel selatan saat itu sedikitnya menyebabkan 1.300 orang di Israel tewas.

Kemudian, sebagai tanggapan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melancarkan kampanye pemboman mematikan di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 2.300 warga Palestina.

Tak hanya itu, buntut serangan Hamas, Israel juga melakukan pengepungan total terhadap wilayah kantong tersebut, menghalangi pasokan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Namun, rupanya pada Sabtu pagi, Noura tidak mengetahui hal tersebut.

Terlebih akan aksi Hamas yang secara berkala menembakkan roket ke Israel selatan yang sebagian dapat dicegat Iron Dome.

Hingga kemudian, Noura dipanggil ke kantor manajernya, diberitahu untuk meninggalkan pekerjaannya.

Ia bahkan tidak diperkenankan kembali bekerja sampai pemberitahuan lebih lanjut.

“Saya merasa sangat terhina, saya tidak percaya hal ini terjadi pada saya,” kata Noura.

Adapun diberitakan, Noura merupakan salah satu di antara 1,2 juta warga Palestina yang menjadi warga negara Israel.

Yakni, sekira 20 persen dari populasi negara tersebut.

Karena pemberhentian kerja secara sepihak itu, Noura merasa didiskriminasi.

“Saya merasa didiskriminasi ,” lanjutnya. “Hari demi hari, Anda tidak merasakannya.

"Tapi Anda merasakannya ketika hal seperti ini terjadi. Anda tahu bahwa secara otomatis Anda berubah dari teman menjadi musuh.”

Noura mengatakan, hanya karena serangan Hamas, dirinya ikut terkena dampak.

Sebagai informasi, tak lama setelah diberitahu untuk meninggalkan pekerjaannya, Noura juga menerima surat dari manajemen rumah sakit.

Yang mana, ia dipanggil ke sidang untuk meresmikan penangguhannya dengan alasan telah melanggar kode disipliner rumah sakit tersebut, dengan diduga mendukung serangan Hamas.

Karena tuduhan tersebut, Noura pun dengan tegas membantah pernah mengucapkan mendukung Hamas.

“Yang paling menghina saya adalah ketika mereka memanggil saya untuk rapat, mereka sudah mind set, keputusan sudah diambil. Mereka tidak mau mendengarkan,” kata Noura tentang sidang yang diperkirakan akan segera dilakukan.

(Tribun-Video.com/Aljazeera.com)

Artikel ini telah tayang di Aljazeera.com dengan judul ‘From friend to enemy’: Palestinians in Israel suspended from jobs over war

Host: Nina Agustina
VP: Erwin

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #LIVE UPDATE   #Palestina   #Israel   #Hamas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved