Konflik Palestina Vs Israel
1 Juta Warga Gaza Mengungsi ke Selatan seusai Diperintah oleh IDF Israel, tapi Malah Diserang
TRIBUN-VIDEO.COM - Hamas Palestina mengabarkan Israel menyerang warga sipil yang mengungsi dari Kota Gaza.
Puluhan orang kebanyakan wanita dan anak-anak terluka dan tewas dalam serangan udara pada Sabtu (14/10/2023).
Namun pihak Pasukan pertahanan Israel (IDF) belum menanggapi tuduhan tersebut.
Sebelumnya, Israel memerintahkan lebih dari 1 juta orang untuk meninggalkan bagian utara wilayah Gaza dalam persiapan serangan darat.
Badan kemanusiaan PBB, Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), mengatakan beberapa kendaraan mereka yang mengevakuasi wilayah utara juga terkena serangan.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 40 orang dan melukai 150 lainnya.
Baca: Dokter di Gaza Prediksi akan Terjadi Wabah Penyakit Menular Imbas Warga Mengungsi di Rumah Sakit
Insiden tersebu mendorong banyak orang untuk meninggalkan upaya evakuasi dan kembali ke rumah.
Sementara pengeboman besar-besaran Israel dari laut, udara, dan darat terus berlanjut tanpa henti.
Kantor media Hamas mengklaim pada Jumat (13/10/2023) serangan udara Israel menghantam mobil sipil di tiga lokasi terpisah, diduga menewaskan 70 orang.
Kompleks Medis Al Shifa yang merawat puluhan korban terluka akibat pasukan pendudukan Israel menargetkan warga, terpaksa meninggalkan rumah mereka.
IDF belum mengomentari tuduhan tersebut dan tidak jelas apakah militan Hamas termasuk di antara penumpang konvoi pengungsi warga sipil tersebut.
PBB sebelumnya dilaporkan mengecam langkah militer Israel yang memerintahkan satu juta lebih warga Gaza untuk pergi dari kota tersebut dalam waktu 24 jam.
Baca: Lebih dari 2 Juta Orang di Gaza Alami Krisis Air, Israel Tetap Tak Mau Buka Blokade Pasokan Penting
Eksodus besar-besaran tersebut, kata PBB, akan menimbulkan risiko bencana kemanusiaan yang tidak kalah hebat.
Disebutkan, puluhan ribu warga Palestina telah melarikan diri ke selatan setelah Israel mengeluarkan perintah itu pada Kamis malam.
Sebelum perintah evakuasi dikeluarkan, lebih dari 400.000 warga Palestina telah menjadi pengungsi internal.
IDF menyebut perintah evakuasi tersebut sebagai langkah kemanusiaan, dan mengklaim bahwa penduduk akan dapat kembali ke Kota Gaza setelah pejuang Hamas Palestina dibasmi.
Pihak militer Israel tidak menyebutkan batas waktu spesifiknya, dan juru bicaranya mengakui kalau evakuasi akan memakan waktu.
Seusai mengeluarkan ultimatum tersebut, Israel telah menghadapi kritik luas dari organisasi-organisasi hak asasi manusia atas perintah relokasi paksa tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Yerusalem Barat untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut. (*)
Baca artikel terkait hanya di sini
# Perang Israel-Hamas # Palestina # Gaza # Persatuan Bangsa Bangsa (PBB)
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Buenos Aires Membara! Ribuan Orang Turun ke Jalan Dukung Palestina & Kutuk Perang
7 jam lalu
Internasional
Respons Spanyol seusai Diusir Netanyahu dari Gaza, Langsung Serukan Eropa Putus Kerja Sama Israel
11 jam lalu
Tribunnews Update
Spanyol Murka Diusir Netanyahu dari Pusat Gencatan Senjata Gaza, Ajak Eropa Putus Kerja Sama Israel
1 hari lalu
Mancanegara
Netanyahu Usir Delegasi Spanyol dari Pusat Gencatan Senjata Gaza, Siapkan Balasan Diplomatik
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.