Sabtu, 25 April 2026

Breaking News

Israel Umumkan Pemerintahan Darurat & Kabinet Perang, PM Netanyahu Samakan Kekejian Hamas Bak ISIS

Kamis, 12 Oktober 2023 09:04 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Israel menggempur sasaran Hamas di Jalur Gaza selama lima hari berturut-turut sejak serangan militan itu pada Sabtu (7/10/2023).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan menghancurkan kelompok militan tersebut sepenuhnya karena telah menyebabkan ribuan korban jiwa.

Dalam pembaruan IDF pada Rabu (11/10/2023) malam waktu setempat, sebanyak lebih dari 1.200 warga israel tewas dalam serangan tersebut.

Baca: Konflik Hamas vs Israel Makin Beringas dan Mencekam, Yerussalem Berubah Sepi Bak Kota Hantu

Sementara lebih dari 2.800 orang terluka. Kebanyakan dari mereka adalah warga sipil.

Di Gaza, para pejabat melaporkan lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan udara dan artileri yang terus menerus dilakukan Israel di daerah kantong Palestina yang padat penduduk, sehingga menimbulkan asap hitam yang membubung ke langit dan meratakan seluruh blok kota.

Netanyahu menyamakan Hamas seperi kelompok teroris ISIS dan berjanji akan menghancurkan mereka.

Krisis yang dijuluki "Israel 9/11" ini membuat Netanyahu mencapai kesepakatan politik dengan Gantz dan berjanji untuk membekukan rencana perombakan peradilan pemerintahannya yang telah memicu protes massal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pemimpin oposisi Yair Lapid belum bergabung dengan aliansi sementara tersebut, meskipun pernyataan bersama mengatakan satu kursi akan “disediakan” untuknya di kabinet perang.

Baca: Hamas Siap BALAS DENDAM Bentuk Pasukan Elit Al Qassam, hingga Israel Terancam Ditinggal Sekutu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato bersama pemimpin partai oposisi, Benny Gantz, setelah keduanya sepakat untuk membentuk pemerintahan darurat untuk mengarahkan perang melawan Hamas.

Kabinet perang baru telah dibentuk, terdiri dari Netanyahu, Gantz, dan menteri pertahanan Israel, Yoav Gallant.

Selama pertempuran dengan Hamas, pemerintah darurat tidak akan mengambil kebijakan atau undang-undang apa pun yang tidak terkait, kata Netanyahu dan Gantz dalam pernyataan bersama.

Berbicara bersama Gantz dan Gallant, ia membandingkan serangan Hamas dengan pembunuhan brutal yang dilakukan ISIS.

Gantz, mantan kepala pertahanan dan jenderal Israel, mengatakan ini adalah saat yang tepat untuk bersatu dan menang ketika negara tersebut menghadapi “salah satu masa terberat” yang pernah dialaminya.

Baca: Hamas Siap BALAS DENDAM Bentuk Pasukan Elit Al Qassam, hingga Israel Terancam Ditinggal Sekutu

Gallant menggambarkan serangan Hamas sebagai “serangan teror terburuk yang pernah terjadi di dunia”. (*)

Baca juga berita terkait di sini

# Breaking News # Israel # perang # Palestina # Hamas

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: sara dita
Video Production: Rahmat Gilang Maulana
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Breaking News   #Israel   #perang   #Palestina   #Hamas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved