ON FOCUS
Dendam Seusai Dimaki, Kuli Proyek Bunuh Dosen UIN Solo, Pihak Kampus BANTAH Pengakuan Pelaku
TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak kampus UIN Raden Mas Said Solo menepis pernyataan dari pelaku pembunuhan dosen mereka yang berinisial WDS.
Korban yang merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam itu dikenal sebagai pribadi yang santun.
Ia juga dikenal tidak pernah mengungkapkan kata-kata yang menyinggung bahkan menyakiti.
Hal itu diungkapkan oleh Dekan FEBI UIN Raden Mas Said, Muhammad Rahmawan Arifin alias Ivan.
Ia mengaku tak percaya jika korban mengucapkan hal yang menyakitkan hingga membuat pelaku sakit hati hingga dihabisi.
Dalam pengakuannya, pelaku berinisial D (23) mengaku motif pembunuhan disebabkan, karena sakit hati.
Sakit hati pelaku dipicu oleh ucapan yang keluar dari mulut korban yang mengatakan pelaku sebagai tukang amatiran.
Selain itu, diakui pelaku, korban juga mengucapkan kalimat-kalimat kasar yang seakan mengumpat kepada palaku.
Ivan pun menepis pengakuan pelaku tersebut.
Ia mengaku bersaksi bahwa selama korban hidup tidak pernah menyampaikan perkataan yang menyinggung apalahi menyakitkan.
"Selama saya saksi almarhumah tidak pernah menyampaikan kata-kata yang jangankan menyakitkan, menyinggung saja tidak pernah," ujarnya.
Bahkan, ia membahas gestur tubuh almarhumah bukan sosok yang sering menyakiti dengan perkataan.
Ivan menyebut bahwa korban sangat halus dan tidak pernah membentak siapapun.
"Bahasa yang digunakan Bu Dian ini sangat halus, tidak meledak seperti orang membentak," ucap Ivan kepada TribunSolo.com, Jumat (25/8/2023).
Ia menambahkan, apa yang dikatakan oleh pelaku tidak sesuai dengan sosok korban yang ia kenal, karena WDS dikenal baik dan sopan santun. (Tribun-Video.com/TribunSolo.com)
Sumber: TribunSolo.com
Nasional
Dosen Unpam Ungkap Alasan Tak Lecehkan Wanita di KRL, Singgung Kondisi Gerbong
Rabu, 18 Maret 2026
Nasional
BANTAH LECEHKAN! DOSEN Unpam Laporkan Korban Pelecehan ke Polisi, Korban Lain Justru Bermunculan
Selasa, 17 Maret 2026
Tribunnews Update
Kesaksian Dosen Universitas Teheran Iran: Serangan Terjadi pada Jam-jam Sibuk, Jadi Memicu Kepanikan
Selasa, 10 Maret 2026
DPR: Beda Gaji Dosen Perguruan Tinggi Negeri & Swasta Bukan Bentuk Diskriminasi
Kamis, 26 Februari 2026
LIVE UPDATE
Terbongkarnya Skandal Asusila Oknum Dosen ke Mahasiswa di Siantar, Pelaku Kini Jalani Pemeriksaan
Kamis, 26 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.