Sabtu, 18 April 2026

Terkini Daerah

Tak Lazim! Penampakan Kotak Infak yang Jadi Sumber Modal Teroris Merakit Bom di Solo

Minggu, 6 Agustus 2023 08:45 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Melalui kotak infak inilah, para kelompok atau jaringan teroris ini dapat merakit bom.

Dana hasil sumbangan warga ternyata dimanfaatkan mereka sebagai salah satu sumber dana dalam memenuhi kebutuhan perakitan bom.

Seperti yang terungkap seusai deretan aksi Densus 88 Antiteror Mabes Polri di wilayah Solo Raya.

Total ada 5 orang yang ditangkap, sebagai terduga teroris.

Kelimanya pun masih ada kaitannya dengan eksekutor bom bunuh diri di Bandung Jawa Barat.

Para pelaku terorisme ternyata menyebar kotak infak untuk mencari modal membeli bahan peledak.

Ini juga dilakukan kelompok yang baru saja ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Solo Raya.

Kelompok teroris tersebut diketuai S.

Baca: Sosok Upik Lawanga Perakit Bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Divonis Penjara Seumur Hidup

Mereka ditangkap di Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali.

Untuk mencari modal membeli bahan peledak ini, para tersangka menyebar kotak infak di area publik, termasuk di Solo Raya.

Densus 88 menyita 50 kotak infak yang bertuliskan Sahabat Langit dan Sahabat Umat.

PPID Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, uang kotak infak yang telah disebar ini dijadikan modal para tersangka teroris ini.

"Kotak-kotak sumbangan itu adalah sarana untuk mengumpulkan pendanaan mereka," ujarnya seperti dilansir dari TribunSolo.com, Sabtu (5/8/2023).

Selain kotak infak, ada juga barang bukti peralatan elektronik, bahan-bahan kimia, dan alat-alat yang digunakan dalam merakit bahan peledak ikut diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap S, tersangka teroris yang masih dalam satu jaringan dengan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Agus Muslim.

Di Solo Raya, S berperan menjadi ketua kelompok atau disebut amir kelompok kecil.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, S ini sudah memiliki rencana untuk melakukan teror bom di Mapolresta Surakarta.

Jadi antara S dan Agus Muslim saling terkait.

"S dan AM sebetulnya memilih di dua tempat."

"Waktu itu AM memilih tempat di Bandung, sedangkan S memilih di Surakarta," tuturnya.

"Alhamdulillah, ini bisa kami cegah."

"Karena memang ada satu, satu paket yang sudah dia siapkan," lanjutnya.

Baca: Pria Perakit Bom di Kabupaten Indragiri Hulu Ditangkap di Rumahnya, Sempat 3 Kali Lakukan Peledakan

Guna meledakkan paket bom ini, S mencari pengantin, siapa yang siap dia akan memberikan bantuan dan suport.

S ini merupakan anggota yang sudah cukup lama, masuk bergabung kelompok Jamaah Ansor Tauhid (JAT) sejak periode 2008-2014.

"Kemudian bergeser menjadi pendukung simpatisan ISIS sejak 2014 hingga sekarang," lanjutnya.

Dia salah satu yang merekrut orang.

Sementara tersangka lainnya yakni TN, AG, dan PS mempunyai peran untuk membantu pembuatan bom.

"Misalnya, mencari bahan-bahan yang dibutuhkan oleh S," jelasnya.

Sementara RS, tersangka teroris yang ditangkap di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo adalah Istri dari Agus Sujatno alias Agus Muslim.

Agus Muslim dikenal sebagai bomber yang meledakan diri di Polsek Astana Anyar Bandung.

PPID Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, peran RS dalam kasus bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung adalah sebagai istri.

Dia juga menyemangati dan mendorong suaminya untuk melakukan aksi bom bunuh diri tersebut.

"RS mempunyai peran sebagai seorang Istri, mengetahui, dan mempunyai semangat yang tinggi, mendorong AM untuk melakukan bom bunuh diri," kata Kombes Pol Aswin Siregar.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Kotak Infak Sumber Modal Teroris Merakit Bom, Bertuliskan Sahabat Umat Solo

# Kotak Infak # Solo # Mabes Polri # Densus 88 Antiteror

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved