TRIBUNNEWS UPDATE
Beda dengan AS, Jerman Ogah Kirim Bom Cluster ke Ukraina untuk Lawan Rusia, Ini Alasannya
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) dikabarkan akan segera mengirim bom cluster atau bom tandan ke Ukraina.
Rencana tersebut menuai kontroversi karena bom cluster telah dilarang oleh 100 negara lebih.
Terkait hal ini, Jerman mengaku tak akan mengambil langkah nekat seperti AS.
Menteri Luar Negeri Jerman Boris Pistorius mengatakan, pihaknya sudah menandatangi perjanjian terkait bom cluster.
Ia pun menjamin Jerman akan tetap patuh pada perjanjian tersebut.
Sementara negara lain seperti AS, China, Rusia, dan Ukraina tidak tergabung dalam perjanjian.
Sehingga menurut Pistorius, dirinya tak berhak untuk mengomentari tindakan mereka.
Baca: Sosok Lansia 64 Hobi Lari hingga Ikut Event Marathon sejak 1999, Keliling Eropa hingga Amerika
"Jerman telah menandatangani konvensi, jadi bukan pilihan bagi kami," kata Pistorius, dikutip dari TASS, JUmat (7/7).
Sebelumnya, Juru Bicara Pentagon Patrick Ryder mengatakan, rencana pengiriman bom cluster masih dalam tahap pertimbangan.
Pihaknya mengaku siap untuk menyediakan bom dengan ancaman paling minimum bagi penduduk sipil ke Ukraina.
Namun, pemerintah AS masih belum mengumumkan keputusan itu secara resmi.
Adapun bom cluster bekerja dengan melepaskan sejumlah bom yang lebih kecil atau dikenal dengan istilah submunisi.
Elemen yang tidak meledak menimbulkan risiko besar bagi warga sipil selama bertahun-tahun, meski pertempuran sudah berakhir.
Karena itulah, ratusan negara sepakat untuk melarang penggunaan bom ini dalam konflik.(Tribun-Video.com)
https://tass.com/world/1643889
# TRIBUNNEWS UPDATE # Jerman # Bom Cluster # Ukraina # Rusia
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Jelang Persalinan Alyssa Kena Protes Al Gazali Usai Borong Baju Bayi Merk Mewah, Akui Terlalu Lucu
1 hari lalu
Tribunnews Update
Komdigi Tegaskan Video Amien Rais soal Presiden Prabowo Hoaks dan Bermuatan Ujaran Kebencian
1 hari lalu
Tribunnews Update
Trump Sesumbar Sita Kapal Tanker Iran, Sebut Aksi di Selat Hormuz Seperti Bajak Laut Menguntungkan
1 hari lalu
Tribunnews Update
Divonis 4,5 Tahun Penjara atas Dugaan Korupsi LNG, Hari Karyuliarto Sebut Putusan ke Dirinya Jahat
1 hari lalu
Tribunnews Update
Tok! Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto Resmi Divonis 4,5 Tahun Penjara terkait Korupsi LNG
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.