MATA LOKAL MEMILIH
Respons Jokowi soal Ngopi Bareng Ketua MK Jelang Putusan Sistem Pemilu: Gak Pernah Campur Aduk
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan dirinya tidak mencampuri urusan putusan Mahkamah Konstitusi terkait sistem pemilu 2024 mendatang.
Sebelumnya, Kepala Negara dengan sejumlah pejabat negara termasuk Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman ngopi usai meresmikan pembukaan Jakarta Fair di Jakarta, Rabu (15/6/2023) malam menjelang sidang sidang putusan soal sistem pemilu 2024.
Dikutip dari Tribunnews.com, penegasan Presiden tersebut dijelaskan saat ditemui awak media dalam kunjungannya di Pasar Menteng Pulo, Jakarta Selatan, pada Kamis (15/6/2023).
Ia menuturkan, bahwa soal keputusan sistem pemilu nanti diserahkan sepenuhnya kepada hakim MK.
Kepala Negara menekankan, tidak mencampuradukkan urusan soal putusan sidang MK saat ngopi bareng tersebut.
"Ngopi? Banyak orang, urusan enggak pernah campur aduk begitu enggak pernah," kata Jokowi di Pasar Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Kamis (15/6/2023).
Baca: Mengenal Beda Sistem Pemilu Proporsional Terbuka dan Tertutup yang Tengah Jadi Perbincangan
Dalam keterangannya, Kepala Pemerintahan menerangkan, setiap pihak terutama partai memiliki pendapat yang berbeda soal sistem terbuka atau tertutup dalam pemilu.
Presiden Jokowi memaparkan, baik sistem proporsional terbuka maupun tertutup pemilu ada kelebihan dan kekurangannya.
"Ya nanti nunggu MK saja. Karena apa setiap partai setiap orang kan, kalau ditanya itu bisa beda-beda karena dua-duanya ada kelebihan ada kelemahan. Yamg tertutup ada kelebihan dan kelemahan, yang terbuka juga ada kelebihan dan ada kelemahan," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi mengunjungi Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2023 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, (14/6/2023).
Presiden meninjau sejumlah stan yang ada di pameran lokasi itu.
Kepala Negara juga sempat minum kopi di salah satu stan kopi Pekan Raya Jakarta.
Baca: Diwarnai Perbedaan Pendapat, MK Putuskan Sistem Pemilu Terbuka Singgung Politik Uang hingga Ancaman
Dalam momen itu, ia ngopi bersama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Ketua MK Anwar Usman yang didampingi sang Istri Idayati, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Menseskab Pramono Anung.
Setelah itu, Jokowi juga sempat masuk ke dalam salah satu stan cemilan cokelat lokal.
Jokowi tampak berbincang dengan penjaga stan dan membeli sejumlah produk.
Aksi Jokowi berkeliling stand PRJ mendapat sambutan antusias dari warga di sekitar.
Mereka berebut ingin melihat dari dekat Presiden Jokowi.
Bahkan sebagian mereka ingin berfoto dengan Presiden.
Dalam sambutannya, Kepala Pemerintahan mengatakan pekan raya Jakarta sudah sangat akrab dengan warga Jakarta.
Setiap tahun kehadiran PRJ selalu ditunggu oleh masyarakat ibu kota.
Diterangkan, adanya PRJ menjadi penanda hari ulang tahun Kota Jakarta yaitu pada tanggal 22 Juni mendatang.
"Menjadi penanda hari ulang tahun Kota Jakarta yaitu pada tanggal 22 Juni," kata Jokowi.
Jokowi berujar PRJ tahun ini menjadi ajang pameran terbesar, terlama, dan terlengkap di Asia Tenggara.
Penyelenggaraan tersebut sudah melampaui setengah abad.
Kepala Negara menambahkan pada tahun lalu PRJ dikunjungi oleh 6,9 juta pengunjung dengan transaksi Rp 7,3 triliun.
"Sebuah jumlah yang tidak kecil. Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kota Jakarta yang ke-496," pungkasnya.(Tribun-Video.com/ Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jokowi Jelaskan Momen Ngopi Bersama Ketua MK di PRJ Sehari Sebelum Sidang Putusan Sistem Pemilu
# Jokowi # Pemilu 2024 # Anwar Usman # Sistem Pemilu
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Reaksi Kubu Roy Suryo Menanggapi Janji Jokowi yang bakal Menunjukkan Ijazahnya di Persidangan
3 hari lalu
Terkini Nasional
Ditanya terkait Memberikan RJ Bagi Tersangka Kasus Ijazah, Begini Jawaban dari Pihak Jokowi
3 hari lalu
Terkini Nasional
Pihak Jokowi Sebut Permintaan Maaf ke Solo dan RJ Merupakan Permohonan dari Tersangka Kasus Ijazah
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Jokowi Siap Buka Ijazah SD hingga Sarjana, Kuasa Hukum: Kasus Bakal Tetap Lanjut di Persidangan
5 hari lalu
Terkini Nasional
Yakup Hasibuan Tegaskan RJ di Kasus Ijazah Bukan Strategi Jokowi, Sebut Permohonan dari Tersangka
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.