Jumat, 10 April 2026

LIVE UPDATE

Makin Memanas, Partai Nasdem dan Demokrat Pendukung Anies Baswedan Saling Sindir Cabut Dukungan

Jumat, 9 Juni 2023 20:10 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Tinggal 8 bulan menuju Pemilu 2024, dua partai penggagas Koalisi Perubahan untuk Persatuan justru kian memanas.

Partai NasDem dan Partai Demokrat yang mengusung bakal capres Anies Baswedan tersebut saling sindir karena tidak sejalan.

Sebelumnya Partai NasDem menyindir Partai Demokrat agar tidak cawe-cawe dalam pemilihan Cawapres Anies Baswedan.

Pernyataan itu disampaikan oleh Waketum Partai NasDem Ahmad Ali.

Dilansir dari WartaKotalive.com, Ahmad Ali meminta Politisi Partai Demokrat, Andi Arief agar tidak usah Cawe-cawe Cawapres.

Baca: Partai Demokrat Klaim Tak Ada Figur Cawapres yang Memenuhi Syarat Dampingi Anies, Hanya AHY!

“Kita harus jaga kekompakan, melakukan konsolidasi, tidak usah cawe-cawe cawapres biarkan Anies, mandat sudah diserahkan kepada dia," tuturnya.

Sindiran Ahmad Ali itu pun kemudian dibalas oleh Andi Arief di akun twitternya pada Jumat (9/6/2023).

Menurut Andi Arief pernyataan NasDem menyebut Demokrat akan cabut dukungan apabila Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak dipilih menjadi Cawapres.

Andi Arief pun bertanya balik kepada Ahmad Ali, apakah NasDem akan cabut dari koalisi apabila Anies Baswedan memilih AHY menjadi Cawapresnya.

“Menurut Mat Ali gertakan Demokrat hanya untuk memaksakan AHY menjadi Cawapres Anies dan akan cabut dari koalisi bisa membuat kita berbalik tanya: pada Mat Ali jika Anies memilih AHY apakah Nasdem akan cabut dari koalisi?” cuit Andi Arief.

Sebelumnya di akun twitter Andi Arief juga mendesak Anies Baswedan segera menentukan Bakal Cawapresnya pada akhir bulan Juni ini.

“Demokrat, Nasdem dan PKS adalah tiga partai yang memilih posisi dengan resiko yang tidak ringan menghadapi kekuasaan. Saatnya Capres @aniesbaswedan mengambil keputusan yang tepat dan cepat agar gerakan partai dan rakyat segera terkonsolidasi dan bergerak di akhir bulan ini,” bebernya.

Bahkan Demokrat juga terkesan ngotot agar AHY yang maju menjadi bakal calon wakil presiden.

Sementara menurut Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, langkah Demokrat yang mendesak Anies mengumumkan bacawapresnya ini memiliki maksud tersendiri.

“Langkah Demokrat ini (mendesak pengumuman bacawapres) sebagai escape plan andai saja Anies memilih sosok lain selain AHY sebagai bakal cawapres, maka Demokrat bisa saja cabut dari Koalisi Perubahan untuk mencari tempat hinggap yang lain, yang tentu saja lebih berprospek untuk AHY,” kata Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama, Ari Junaedi, kepada Kompas.com, Jumat (9/6/2023).

Baca: Bukan Anies, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin Dukung Prabowo di Pilpres 2024, Ini Alasannya

Di mana menurutnya, jika deklarasi cawapres dilakukan dalam waktu dekat dan bukan AHY yang dipilih, maka Demokrat masih memiliki cukup waktu mencari koalisi baru untuk berlabuh.

Terutama koalisi yang lebih menguntungkan daripada Koalisi Perubahan.

Ari menambahkan, Demokrat memiliki kalkulasi politik terkait keputusan untuk bertahan di Koalisi Perubahan atau bermanuver di tengah merosotnya elektabilitas Anies.

“Ibarat di perdagangan saham, Demokrat harus mengambil langkah cepat, apakah akan melepas saham di tengah harga saham yang semakin merosot, ataukah tetap bertahan memiliki saham walau nantinya berpotensi mendatangkan kerugian,” ujar dosen Universitas Indonesia itu.

Lebih lanjut, apabila Demokrat hengkang dari Koalisi Perubahan, maka Demokrat bisa bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.

Meskipun, jika bergabung dengan koalisi tersebut AHY juga belum tentu dipilih sebagai cawapres.

Namun,  setidaknya, dengan elektabilitas yang besar, potensi kemenangan Prabowo jauh lebih tinggi ketimbang Anies.

Setidaknya, dengan elektabilitas yang besar, potensi kemenangan Prabowo jauh lebih tinggi ketimbang Anies.

(Tribun-Video.com/WartaKotalive.com)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Partai Pengusung Anies Baswedan Memanas, Saling Sindir Cabut Dukungan

# Partai NasDem # Partai Demokrat # Anies Baswedan

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Ariska Nur Choirina
Videografer: Restu Riyawan
Video Production: Ika Vidya Lestari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved