Selasa, 28 April 2026

Terkini Daerah

Sambut Pertemuan IMF-World Bank, Kebijakan Ganjil-Genap Diterapkan di Bali

Kamis, 27 September 2018 07:23 WIB
Tribun Bali

TRIBUN-VIDEO.COM, BALI - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan pelat ganjil genap pada pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua.

Kebijakan ini untuk mengurangi kemacetan. Setelah di IMF, kebijakan ganjil genap selanjutnya kemungkinan akan diterapkan di Kuta.

"Pemberlakuan ini berdasarkan hasil rapat dengan Dirlantas Polda (Bali) dan Kadishub Provinsi Bali. Kita mengusulkan pemberlakuan ganjil genap dari tanggal 7 hingga 16 Oktober 2018," kata Direktur Lalu Lintas Pehubungan Darat Kemenhub RI Pandu Yunianto, usai menggelar rapat koordinasi di Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Selasa (25/9/2018).

Menurutnya, adanya jalan Tol Bali Mandara dan under pass Simpang Ngurah Rai yang baru dibuka, sangat membantu dalam pengaturan lalu lintas selama perhelatan IMF-World Bank di Nusa Dua, 8-14 Oktober nanti.

"Namun demikian kita ingin yang lebih baik dan lebih lancar," ucapnya.

Baca: Pemerintah Gelontorkan Dana Rp866 Miliar untuk Infrastruktur Berkelanjutan dan IMF-World Bank

Latar belakang adanya kebijakan ganjil genap setelah Kemenhub melihat kesuksesan dan apresiasi dunia internasional terkait rekayasa pengaturan lalu lintas pada saat pelaksanaan Asian Games di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

"Berdasarkan pengalaman itu, kita juga ingin mencoba selama persidangan IMF-World Bank di Bali ini, untuk menerapkan kebijakan ganjil genap terutama pada ruas jalan yang akan menuju ke Nusa Dua," imbuh Pandu.

Kebijakan ganjil genap diterapkan di Bali sebagai pembelajaran di masyarakat untuk memperlancar arus lalu lintas atau yang dikenal dengan teknik manajemen rekayasa lalu lintas.

Diharapkan sistem ini bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan wisata seperti Nusa Dua dan Kuta.

Karenanya diharapkan tidak ada resistensi dari masyarakat untuk menolak kebijakan tersebut.

"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat terkait pelayanan terhadap tamu-tamu asing. Ini merupakan langkah awal untuk penataan. Setelah ini (IMF), mungkin akan dilakukan penataan manajemen rekayasa lalu lintas di Kuta. Kalau masyarakat sudah merasakan manfaatnya, pasti nanti masyarakat akan mengikuti," papar Pandu.(Tribun Bali/Wema Satya Dinata)

Baca berita selengkapnya di artikel Tribun Bali berjudul "Setelah IMF, Sistem Ganjil Genap Diterapkan di Kuta, Begini Penjelasan Kemenhub".

TONTON JUGA:

Editor: Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana
Sumber: Tribun Bali

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved