Tribunnews Update
Konflik Perang Rusia Ukraina Memanas, Produksi Senjata Moskow Meningkat dan Terus Berlanjut
TRIBUN-VIDEO.COM - Situasi perang antara Rusia dan Ukraina semakin memanas.
Atas peristiwa tersebut, keduanya terus menghabiskan berbagai macam senjata dalam proses penyerangan.
Lantaran kondisi tersebut, Moskow terus berjuang mempertahankan produksi senjata.
Bahkan disebutkan, produksi senjata Moskow kini meningkat dan produsen senjatanya terus berlanjut.
Baca: Rusia Berupaya Menangkan Perang! Tapi tak akan Bernegosiasi dalam Konflik dengan Ukraina
Seperti diketahui, industri pertahanan Rusia sejak Januari hingga Februari 2023 memperlihatkan pertumbuhan yang positif dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut turut dibenarkan oleh pakar terkenal angkatan bersenjata Rusia, Dr. Pavel Luzin.
Sebelumnya, perusahaan Rusia pada 2022 sempat mengalami keterlambatan dalam memasok senjata.
Atas hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan rekan menteri seniornya sempat melakukan kunjungan ke kompleks industri militer.
Diketahui, sekira enam bulan lamanya mereka terus menekan pentingnya meningkatkan produksi senjata.
Baca: Akankah Perang Antara Rusia dan NATO Terjadi Kepala Staf Umum Ceko Itu Peristiwa Terburuk
Tentunya amunisi senjata tersebut harus mempunyai kualitas yang bagus.
Dengan adanya kondisi itu, konglomerat pertahanan negara Rostec, Sergei Chemezov, turut membantah bahwa Rusia dituding kehabisan misil dan peluru.
“Obrolan musuh kita tentang Rusia yang diduga kehabisan misil, peluru, dll., adalah omong kosong. Kami telah meningkatkan produksi amunisi atas pesanan Kementerian Pertahanan beberapa kali lipat,” kata Chemezov. (Tribun-Video.com/eurasianstimes.com)
Artikel telah tayang dengan judul Russia’s 20,000 Defense Workers “Missing In Action”; Its Capability To Produce Cutting-Edge Weapons Exhausted
Host: Adilla Risna
Vp: Fajar
# perang # Rusia # Ukraina # produksi senjata # meningkat
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
Tak Ampuni AS, Vladimir Putin Nyatakan Rusia Siap Turun Tangan Atasi Konflik di Timur Tengah
Jumat, 3 April 2026
Mancanegara
Lawan Ego Amerika! Rusia Gandeng China dan Pakistan Siap Mediasi Perang Iran Demi Mencegah Krisis
Jumat, 3 April 2026
Mancanegara
Reaksi Inggris soal Ancaman Trump Keluar dari NATO gegara Tak Dibantu saat Perang Lawan Iran
Jumat, 3 April 2026
Mancanegara
Iran Siaga Tinggi Hadapi Potensi Perang Darat! Pastikan Tak Ada Tentara AS yang Selamat
Jumat, 3 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Timur Tengah: Iran Tak Biarkan 1 Pasukan AS Selamat jika Perang Darat, Austria Tolak Trump
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.