Selasa, 14 April 2026

Tribunnews Update

Bela Ukraina, Pasukan Anti-Putin Ingin Luncurkan Lebih Banyak Serangan di Perbatasan Rusia

Kamis, 25 Mei 2023 17:07 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Denis Kapustin, komandan milisi Rusia yang melakukan serangan di Belgorod (perbatasan Rusia-Ukraina), ingin meluncurkan lebih banyak serangan ke Rusia.

Ia menggambarkan dirinya sebagai komandan Korps Relawan Rusia (RVC) saat memberikan pernyataannya pada Rabu (24/5/2023).

Denis Kapustin alias White Rex muncul setelah Kementerian Pertahanan Rusia meluncurkan serangan balasan yang disebut 'Operasi Kontra-teroris' kepada milisi di Belgorod, Rusia, pada Selasa (23/5/2023).

Komandan itu mengklaim, dua orang pejuangnya tewas dan 10 lainnya terluka dalam serangan itu.

Baca: Ampuh Libas Infrastruktur Ukraina, Iran Pasok Drone Shahed Mematikan Lagi ke Rusia, Zelensky Marah

Selain itu, Denis Kapustin mengklaim pejuangnya telah mengambil kendaraan lapis baja Rusia dan senjata anti-drone sebagai piala atas serangan kelompoknya di Belgorod, dikutip dari Reuters.

"Saya pikir Anda akan melihat kami lagi di sisi itu," kata Denis Kapustin.

"Saya tidak bisa mengungkapkan hal-hal yang akan datang itu, saya bahkan tidak bisa mengungkapkan arahnya. Perbatasannya cukup panjang. Sekali lagi akan ada titik di mana hal-hal akan menjadi panas," lanjutnya.

Sumber Senjata Korps Relawan Rusia

Denis Kapustin berulang kali ditanya tentang laporan media Barat soal milisinya telah menggunakan peralatan militer AS untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia, tapi menolak untuk menjawab secara langsung.

"Saya tahu persis dari mana saya mendapatkan senjata saya. Sayangnya bukan dari mitra Barat," katanya.

Baca: Petinggi Intelijen Ukraina Blak-blakan Ingin Bunuh Presiden Rusia Vladimir Putin hingga Bos Wagner

Dia juga mengatakan peralatan militer Barat telah direbut oleh Rusia dalam pertempuran untuk Bakhmut di Ukraina.

Denis Kapustin menyebut, peralatan semacam itu dapat dibeli di pasar gelap.

“Saya kira saya sudah menjelaskan, bantuan militer Barat sayangnya bolak-balik, digerebek. Di Bakhmut misalnya saya tahu banyak kendaraan lapis baja, kendaraan lapis baja Amerika, digerebek oleh pasukan Rusia,” katanya.

"Pihak berwenang Ukraina memang menyemangati kami, tapi tidak menyediakan senjata atau peralatan atau instruksi untuk misi ini," tambah Denis Kapustin.

Denis Kapustin mengatakan Ukraina hanya mendukung RVC dengan informasi, bensin, makanan, dan obat-obatan.

Baca: Jadi Andalan AS! Ini Kehebatan USS Gerald R. Ford Kapal Induk Terbesar di Dunia Mampu Gertak Rusia

"Dan, tentu saja, militer Ukraina membawa kami yang terluka. Tapi lebih dari ini akan mempersulit keadaan," lanjutnya.

"Setiap keputusan yang kami buat ... di luar perbatasan negara adalah keputusan kami sendiri. Tentunya kami dapat meminta bantuan rekan-rekan (Ukraina) kami, teman-teman dalam perencanaan," katanya.

RVC mengatakan kelompoknya terdiri dari orang-orang Rusia yang berjuang untuk Ukraina, dan melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Rencana masa depan kami adalah wilayah baru Federasi Rusia, yang pasti akan kami masuki... Anda harus bersabar sedikit, dan tunggu beberapa hari saja," kata Denis Kapustin.

“Saya ingin membuktikan kepada mereka (Rusia), Anda dapat melawan para tiran dan bahwa kekuatan Putin tidak terbatas,” katanya, dikutip dari Al Jazeera.

2 Kelompok Milisi di Ukraina Akui Serang Belgorod

Ukraina mengatakan, serangan di Belgorod itu dilakukan oleh warga Rusia menjadi oposisi Presiden Vladimir Putin.

Dua kelompok milisi yang beroperasi di Ukraina, Korps Relawan Rusia (RVC) dan Legiun Kebebasan Rusia, telah mengaku bertanggung jawab dalam serangan ke Belgorod yang diluncurkan pada Senin (22/5/2023), dikutip dari Reuters.

Militer Rusia mengatakan telah mengusir para militan dengan artileri dan jet.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim 70 militan tewas dalam serangan balasan Rusia yang disebut 'operasi kontra-teroris'.

Sementara militan yang selamat telah didorong kembali ke Ukraina. (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bela Ukraina, Pasukan Anti-Putin Ingin Luncurkan Lebih Banyak Serangan di Perbatasan Rusia

VP: Afifah M

# Ukraina # Pasukan Anti-Putin # serangan # perbatasan Rusia

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Afifah Maelani
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved