Rabu, 15 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Ahli Forensik Perlihatkan 2 Kesalahan Pengelola Bandara Kualanamu Lewat Rekaman CCTV Asiah

Kamis, 11 Mei 2023 08:58 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Abimanyu Wachjoewidajat Ahli digital forensik menganalisis CCTV jatuhnya Asiah Shinta Dewi Hasibuan (43) di lift Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin (24/4/2023).

Dirinya menyoroti pernyataan Bandara Kualanamu yang mengungkapkan bahwa terjadi gangguan pada rekaman CCTV di hari kejadian.

Hal ini mengakibatkan rekaman Asiah saat terjatuh tidak terlihat.

"(Mereka) pernah mengutarakan beberapa hari lalu atau kemarin sudah memberikan press conference dijelaskan di sana, menurut pihak bandara, rekaman sejak pukul 20.35 itu mengalami kekacauan, kan dia bilang begitu," kata Abimanyu kepada Kompas.com melalui keterangannya, Rabu (10/5/2023).

Namun, dari rekaman CCTV tersebut, justru waktu saat Asiah terjatuh, berbeda dari yang disampaikan pihak bandara dalam pernyataannya.

"Kejadian ini tidak terjadi pada periode tersebut (pukul 20.35), kejadian ini terjadi rentang pada 20.24 sampai 20.26, ini bukan menebak ya, di situ saya tunjukkan jelas bukti date time stamp-nya," ujar Abimanyu.

Menurutnya, perbedaan ini bukan semata-mata soal rentang waktu.

Abimanyu menduga ada pihak-pihak yang sengaja mengarahkan waktu dalam CCTV pukul 20.35 untuk kepentingan tertentu.

"(Karena bila) mengacu bahwa kejadian pukul 20:35 korban (terlihat di CCTV) tanpa suatu alasan yang jelas, mencoba membuka paksa lift di luar lantai yang bersangkutan dan berhasil lalu dia terjatuh," imbuhnya.

Di samping itu, rekaman pukul 20.35 tersebut hanya menyoroti 2 kesalahan pengelola bandara.

"(Yakni) lalai dalam pemeliharaan lift, sebab pintu tidak mampu mengunci sehingga mudah dibuka dari dalam oleh si korban dan tidak bunyi alarm, notifikasi, log saat kejadian," ujarnya.

"Lalu kedua, (pengelola) tidak teliti dalam melakukan pencarian ke segala area yang mungkin terjadi, setelah menerima laporan kehilangan seseorang," terangnya.

Terkait temuan date time waktu 20.24 dan 20.26, bisa jadi kesalahan pengelola bandara bukan hanya 2, namun bisa bertambah lagi.

"Ada masalah pada lift yang lalu berhenti tidak tepat pada lantai, lalu ada upaya kontak dari korban lewat emergency button tapi tidak ada tanggapan dari petugas operator, atau ditanggapi operator tetapi tidak ditindaklanjuti," kata dia.

Lalu ada masalah teknis maupun non teknis pada perangkat lift, tetapi tidak ada kontrol dari manajemen untuk memantau hal tersebut.

"(Kemudian adanya) Upaya pelepasan tanggung jawab karena menggeser waktu kejadian ke 20.35, kemudian upaya penghilangan bukti karena merusak menyembunyi bukti CCTV," jelasnya.

Menurut Abimanyu penilainnya ini berdasarkan trik dan prosedur digital forensik.

Data tersebut diperoleh berdasarkan ilustrasi, interogasi, idealisasi, indikasi, inspeksi, interkoneksi, investigasi, inteferensi, identifikasi, literasi dan inferensi.

"Cara-caranya ini bisa kelak saya jelaskan (di pengadilan), hanya bila saya yang diminta memeriksa hal tersebut atau saya berikan pencerahan kepada masyarakat. Setelah ada keputusan tetap mengenai kejadian tersebut, jadi apa yang saya sampaikan tidak mengubah dan mempengaruhi keputusan yang sudah dilakukan pengadilan," imbuhnya.

Selanjutnya Abimanyu menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke petugas forensik.

"Apakah mau meneliti secara komprehensif atau hanya mau memeriksa secara dangkal saja agar memenuhi suatu kepentingan atas suatu skenario," pungkas Abimanyu.

(TribunVideo.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Forensik Sebut Rekaman CCTV Asiah Perlihatkan 2 Kesalahan Pengelola Bandara Kualanamu"




#beritaterbaru #beritaterkini #beritaviral #live #breakingnews #bandarakualanamu #cctv Abimanyu Wachjoewidajat #lift

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved