Kamis, 11 Juni 2026

Mancanegara

Uni Eropa Beri Sinyal Ancaman ke China, UE Serukan Patroli Militer di Selat Taiwan Bawa Kapal Perang

Senin, 24 April 2023 16:56 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, meminta angkatan laut Eropa untuk berpatroli di Selat Taiwan.

Hal ini ia sampaikan dalam sebuah opini di mingguan Prancis, Journal Du Dimanche, yang diterbitkan pada Minggu (23/4/2023).

Komentar ini mengulang komentar yang dia buat minggu lalu, ketika menekankan betapa pentingnya Taiwan bagi Eropa.

"Taiwan mengkhawatirkan kami secara ekonomi, komersial, dan teknologi,” kata Josep Borrell.

“Itulah mengapa saya meminta angkatan laut Eropa untuk berpatroli di Selat Taiwan untuk menunjukkan komitmen Eropa terhadap kebebasan navigasi di wilayah yang sangat penting ini,” lanjutnya, dikutip dari SCMP.

Diketahui, selat ini disengketakan oleh Taiwan dan China.

Dua minggu lalu, China daratan meluncurkan latihan militer selama tiga hari di sekitar Taiwan.

Baca: Putin Ultimatum Jerman seusai Bocorkan Rahasia Perang, Sanksi 10 Paket Uni Eropa Tak Mempan ke Rusia

China juga mensimulasikan serangan yang ditargetkan dan blokade Taiwan, sebagai tanggapan atas pertemuan antara Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan Ketua DPR AS Kevin McCarthy.

“Taiwan jelas merupakan bagian dari perimeter geostrategis kami untuk menjamin perdamaian," kata Josep Borrell, dalam pidato pembukaan debat tentang China di Parlemen Eropa pada Selasa (18/4/2023).

“Bukan hanya karena alasan moral tindakan terhadap Taiwan harus ditolak. Itu juga karena, secara ekonomi, akan sangat serius bagi kami, karena Taiwan memiliki peran strategis dalam produksi semikonduktor tercanggih,” lanjutnya.

Komentar Josep Borrell muncul setelah Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada awal April, berpendapat Eropa tidak boleh menjadi pengikut Amerika Serikat, jika terjadi konflik dengan China atas Taiwan.

Komentar Presiden Macron, datang setelah kunjungan ke China.

Komentar ini memicu kritik dari beberapa politisi baik di Amerika Serikat maupun di Uni Eropa.

China mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dan telah berjanji untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya suatu hari nanti.

China Siap Perang

Pada Senin (10/4/2023), militer China menyatakan "siap untuk berperang" setelah menyelesaikan tiga hari latihan tempur skala besar di sekitar Taiwan.

Baca: Jelang Laga Sevilla Vs Man United di Leg 2 Liga Eropa: Rekor Kandang Tuan Rumah Ancam Setan Merah

"Patroli kesiapan tempur" bernama Joint Sword dimaksudkan sebagai peringatan kepada Taiwan sendiri.

"Pasukan teater siap berperang setiap saat dan dapat berperang kapan saja untuk menghancurkan segala bentuk 'kemerdekaan Taiwan' dan upaya campur tangan asing," kata militer China, dikutip dari AP News.

Latihan itu mirip dengan yang dilakukan oleh China Agustus lalu, ketika meluncurkan serangan rudal ke sasaran di laut sekitar Taiwan sebagai pembalasan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

Namun, latihan ini skalanya lebih kecil dan tidak terlalu mengganggu.

Pakar militer mengatakan latihan itu berfungsi sebagai intimidasi dan sebagai kesempatan bagi pasukan China untuk berlatih menyegel Taiwan dengan memblokir lalu lintas laut dan udara.

Mereka menyebut ini opsi strategis penting yang mungkin dilakukan China jika menggunakan kekuatan militer untuk merebut Taiwan. (Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beri Sinyal Ancaman ke China, UE Serukan Patroli Militer di Selat Taiwan

# Uni Eropa # Ancaman # China # Selat Taiwan # Patroli Militer

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Muhammad Taufiqurrohman
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Uni Eropa   #Ancaman   #China   #patroli militer   #Selat Taiwan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved