TRIBUNNEWS UPDATE
Komnas HAM Desak KKB Segera Bebaskan Pilot Susi Air: WNA Tak Ada Kaitannya dengan Persoalan Papua
TRIBUN-VIDEO.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendesak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk bebaskan pilot Susi Air.
Hal ini sebagai bentuk respon situasi di Papua yang semakin tidak kondusif beberapa waktu terakhir.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komnas Ham, Atnike Nova Sigiro pada Selasa (18/4/2023).
Baca: Panglima TNI Bongkar Alasan Operasi Lawan KKB Naik Jadi Siaga Tempur: Upayakan Damai, Malah Diserang
Ia mengatakan, Mendesak TPNPB-OPM untuk segera melepaskan Kapten Philipp Marten.
Pasalnya, Philip selaku pilot Susi Air merupakan Warga Negara Asing (WNA), yang mana tidak ada kaitannya dengan persoalan Papua.
"Mendesak TPNPB-OPM segera melepaskan Philip Marthen selaku warga negara asing yang tidak ada kaitannya dengan persoalan Papua," ujar Atnike.
Lebih lanjut, Komnas HAM juga menyesalkan tindakan TPNPB-OPM yang makin memperburuk situasi keamanan di Papua.
Karena, menurut Atnike, upaya penyanderaan hanya akan menghambat upaya damai tengah diupayakan Pemerintah Indonesia.
Di sisi lain, pihak Komnas HAM turut berduka cita atas korban konflik beberapa waktu lalu.
Terkhusus kepada Pratu Miftakhul Arifin yang gugur di medan perang.
Baca: 36 Orang Prajurit TNI Dikeroyok KKB di Mugi Papua hingga 4 Personel Belum Terkonfirmasi Keberadaan
Di akhir, Komnas HAM mendukung upaya TNI menyelamatkan Kapten Phillip.
Namun, harus terus memperhatikan prinsip HAM dalam penanganannya. (Tribun-Video.com/Kompas.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Komnas HAM Desak TPNPB-OPM Bebaskan Pilot Susi Air
# TRIBUNNEWS UPDATE # Komnas HAM # pilot # Susi Air # KKB # Papua
Reporter: Ninaagustina
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Bertolak Belakang! Donald Trump Klaim Perang segera Berakhir tapi AS Malah Tambah Armada Lawan Iran
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Tim Advokasi Ungkap Dugaan Operasi Intelijen di Kasus Andrie Yunus, Beberkan Bukti 16 Orang Terlibat
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Pangkalan Militer Inggris dalam Bidikan Iran seusai Dipakai AS! IRGC Bakal Gempur Habis-habisan
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Menlu Iran Araghchi Remehkan Rencana Serangan Darat AS: Kami Tunggu, Mereka Tak akan Berani!
Kamis, 2 April 2026
Tribunnews Update
Netanyahu Tanggapi Trump soal Uranium Iran, Klaim Israel Lumpuhkan Kemampuan Nuklir Teheran
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.