Kamis, 15 Mei 2025

TRIBUNNEWS UPDATE

Panglima TNI Bongkar Alasan Operasi Lawan KKB Naik Jadi Siaga Tempur: Upayakan Damai, Malah Diserang

Rabu, 19 April 2023 05:16 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Operasi militer di Nduga, Papua Pegunungan kini menjadi siaga tembur.

Perubahan ini disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyusul serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap 36 prajurit TNI.

Panglima TNI menyebut, dalam upaya penyelamatan pilot Susi Air pihaknya melaksanakan operasi penegakan hukum dengan soft approach.

Namun, melihat situasi yang tak memungkinkan dirinya lantas mengubah operasi itu menjadi siaga tempur.

Apalagi, daerah tersebut merupakan lokasi rawan.

Baca: 36 Orang Prajurit TNI Dikeroyok KKB di Mugi Papua hingga 4 Personel Belum Terkonfirmasi Keberadaan

“Kita tetap melaksanakan operasi penegakan hukum dengan soft approach tetap kita mendahulukan itu, dari awal saya sampaikan itu. Tapi tentunya dengan kondisi yang seperti ini, khususnya di daerah tertentu, kita ubah menjadi operasi siaga tempur,” kata Yudo dalam konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Papua Tengah, Selasa (18/4/2023).

Selain itu, pendekatan lunak ini dinilai tak berhasil dalam operasi tersebut.

Yudo juga menegaskan, pihaknya tak bisa menggunakan operasi humanis saat menghadapi KKB.

Pasalnya, apabila prajurit lebih mengedepankan hal itu akan banyak prajurit yang akan gugur.

Baca: Firasat Keluarga Pratu Miftahul Sebelum Gugur Ditembak KKB di Mugi-Mam Papua, Hilang Nafsu Makan

Mengingat KKB bisa sewaktu-waktu melakukan penyerangan.

Diketahui, pada Sabtu (15/4/2023), ada sebanyak 36 prajurit TNI yang diterjunkan di Distrik Mugi.

Mereka diterjunkan untuk mengupayakan pembebasan pilot Susi Air.

Namun dalam upaya tersebut, tiba-tiba saja para prajurit diserang oleh KKB.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Operasi Lawan KKB Dinaikkan Jadi Siaga Tempur: Upayakan Damai, Malah Diserang"

# KKB # Panglima TNI # Laksamana Yudo Margono # Operasi Militer

Editor: Fitriana SekarAyu
Reporter: Tri Suhartini
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved