Terkini Daerah
Buntut Pencabulan di Batang, Ganjar Marah! Minta Ponpes Pelaku Dievaluasi hingga Terancam Ditutup
TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus pencabulan santriwati pondok pesantren di Batang membuat Ganjar Pranowo marah.
Kemarahan Ganjar terlihat saat beliau menghadiri konferensi pers kasus itu.
Konferensi pers itu digelar di Mapolres Batang, Selasa (11/4).\
Baca: Ganjar Marahi Pengasuh Ponpes yang Cabuli 15 Santriwati: Kenapa Kamu Tega? Mereka Masih Anak-anak
Gubernur Jawa Tengah itu menyayangkan kasus pencabulan itu.
Ganjar mengatakan akan mengevaluasi ponpes milik pelaku.
Dalam evaluasi itu, pihaknya akan menggandeng Kementerian Agama.
Ponpes itu diketahui dikelola pelaku Wildan Mashuri.
Ponpes itu berada di Desa Wonosegoro, Batang.
Ganjar mengatakan jika memang tidak layak, ponpes terancam ditutup.
Baca: Ekspresi Murka Ganjar Dengar Pengakuan Oknum Pengasuh Ponpes Pelaku Pencabulan di Batang
Menurut Ganjar pihaknya juga akan mengevaluasi ponpes lain.
Guberur Jateng itu mengatakan bahwa edukasi penting dilakukan.
Edukasi tidak hanya untuk siswa saja.
Namun ditujukan untuk sekolah, wali murid, hingga komite. (Tribun-Video.com/TribunJateng.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Terancam Ditutup, Gubernur Jateng Ganjar Minta Ponpes Milik Oknum Pengasuh Cabul Dievaluasi
# Ganjar Pranowo # Pencabulan # Pondok Pesantren # Batang # Jawa Tengah
Reporter: Umi Wakhidah
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Tribun Jateng
Viral
Kiai Cabul Ashari Diduga 'Kongkalikong' dengan Sosok K dan N yang Bantu Lancarkan Aksinya
Senin, 11 Mei 2026
Tribunnews Update
Pondok Pesantren di Lampung Dibakar Massa, Pimpinan Ponpes Diduga Cabul hingga 1 Orang Diamankan
Senin, 11 Mei 2026
Terkini Nasional
NU SEBUT Ashari Bukan Kiai atau Pengasuh Ponpes dari RMINU, Bongkar Tabiat Pelaku Cabul
Senin, 11 Mei 2026
Nasional
TERBONGKAR Pelarian Kiai Ashari di Wonogiri, Nyaris Beli Motor Bekas tapi Uang Kurang Rp700 Ribu
Minggu, 10 Mei 2026
Terkini Nasional
NGAKU MAU TAUBAT! Kiai Cabul Ashari Memelas di Depan Polisi! Ngaku Khilaf atas Aksi Bejat ke Santri
Minggu, 10 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.