Sabtu, 25 April 2026

Penyandang Disabilitas Ini Manfaatkan Limbah Busa Menjadi Penghapus Berkualitas

Sabtu, 25 Agustus 2018 13:02 WIB
Tribun Jateng

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUN-VIDEO.COM, BATANG - Keterbatasan fisik tak menghalangi semangat Muhammad Jafar seorang penyandang disabilitas untuk menafkahi istri dan kedua anaknya, bahkan hal itu menjadi dorongan untuk memunculkan kreativitas dan inovasi baru.

Laki-laki yang tinggal di Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini mampu meraup rupiah dengan memanfaatkan limbah busa menjadi penghapus papan tulis yang berkualitas.

Sudah dua tahun Jafar sapaan akrabnya membuat penghapus papan tulis dari limbah busa itu yang dijualnya langsung ke sekolah-sekolah bahkan saat ini sudah mulai memasarkannya hingga luar daerah Batang, di antaranya Pemalang, Temanggung, Kendal, Weleri.

Menurut Jafar, penghapus buatannya yang berbahan dasar limbah busa, kain serap tinta, dan kayu itu bisa tahan lama hingga 6 bulan lamanya dengan pemakaian rutin setiap hari.

"Saya melihat penghapus di sekolah-sekolah yang berbahan plastik dan kain yang kurang bisa menyerap tinta dengan baik, bahkan bisa membuat papan tulis menghitam dan juga bisa lebih boros karena permukaan yg tidak bisa menyerap.

Baca: 4 Fakta Duma Hutapea, Adik Hotman Paris yang Tak Kalah Tajir, Pekerjaannya Tak Biasa!

Dari situ saya terinspirasi untuk membuat penghapus yang memang benar-benar bisa menyerap tinta dengan baik.

Setelah saya coba-coba ternyata busa salah satu bahan yang bagus dengan daya serap yang tinggi terlebih dipadukan dengan kayu pule dengan itu penghapus bisa tahan lama bisa sampai enam bulan dan tidak membuat papan tulis menjadi hitam," terang Jafar saat ditemui di rumahnya yang juga sebagai tempat produksi, Selasa (21/8/2018).

Bahan busa didapatkan Jafar dari limbah atau barang bekas seperti kursi sofa yang sudah tidak terpakai, yang bisa didapatkannya dengan cuma-cuma dari orang yang membuang barang bekas tersebut.

Untuk kayu pule bisa didapatkannya dengan mudah di sekitar wilayah Kabupaten Batang.

Dalam pembuatannya, Jafar mengaku terkendala dengan aliran listrik yang masih menumpang dari tetangga di saat peralatan yang digunakan membentuk kayu harus teraliri listrik.

Saat ini masih membuat secara manual sehingga ia hanya mampu membuat 10 sampai 12 lusin dalam satu hari padahal diakuinya permintaan semakin ke sini semakin banyak.

Baca: Jonatan Christie Balaskan Kekalahan Anthony Ginting untuk Lolos ke Babak Kedua

"Kendalanya itu belum ada aliran listrik sementara masih menumpang tetangga kalau pengerjaan kayu dengan alat yang menggunakan listrik, sistem pembuatan masih manual sehinga paling satu hari hanya bisa membuat 10-12 lusin, jika ada listrik sendiri di rumah Insha Allah bisa mendongkrak produksi dengan begitu juga bisa menambah karyawan karna sekarang masih dibantu saudara dalam pengerjaan," jelasnya.

Dikatakan Jafar dalam satu hari dengan penjualan 10-12 lusin penghapus tersebut mampu mendapatkan omzet penjualan Rp350 ribu - Rp400 ribu perhari.

Jafar yang juga sebagai Ketua Organisasi Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Batang wilayah Kecamatan Bandar ini mengatakan bahwa penyandang disabilitas juga harus mampu bergerak untuk membuat karya yang memiliki nilai jual dengan tidak turun ke jalan dan memanfaatkan kekurangan untuk meminta belas kasihan.

"Terkadang kekurangan yang dimiliki justru dimanfaatkan untuk meminta-meminta di jalan, padahal seharusnya bisa bergerak sendiri meski dengan keterbatasan yang ada tapi dengan ide, kreatifitas, dan inovasi seharusnya bisa menjadikan semangat dalam mencari peluang untuk membuat sesuatu yang bisa dijual," pungkasnya.

Simak video di atas. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul KREATIF! Penyandang Disabilitas Ini Manfaatkan Limbah Busa jadi Penghapus Berkualitas

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved