Selasa, 14 April 2026

LIVE UPDATE MANCANEGARA

Ini yang Buat Zelensky Nekat Pertahankan Bakhmut, Jika Jatuh Didesak Kompromi dengan Rusia

Kamis, 30 Maret 2023 13:03 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengungkapkan ada konsekuensi jika Bakhmut benar-benar jatuh ke tangan Rusia.

Yakni Zelenksy digiring untuk berkompromi dengan Rusia.

Dikutip dari rt.com pada Kamis (30/3/2023), Presiden Ukraina Vladimir Zelensky mengatakan ada imbas dari pasukannya menyerahkan kota Artyomovsk, yang dikenal sebagai Bakhmut di Ukraina.

Pemerintahnya akan berada di bawah tekanan domestik dan internasional untuk mengupayakan perdamaian dengan Rusia.
Dilansir dari Associated Press (AP), Zelensky mengaku masyarakat akan merasa lelah.

“Masyarakat kita akan merasa lelah,” katanya kepada Associated Press (AP) dalam wawancara yang dirilis Rabu.

Ia menerangkan, masyarakat kita akan mendorong dirinya untuk berkompromi dengan Rusia.

Sementara itu, pejabat Barat menggambarkan Bakhmut, tempat pertempuran sengit selama beberapa bulan, kurang penting secara militer.

Di balik pintu tertutup, mereka bersama dengan pimpinan militer Zelensky sendiri.

Dilaporkan telah mendesak presiden untuk memerintahkan penarikan.

Sehingga pasukannya dapat fokus mempersiapkan serangan balasan dengan senjata berat yang disediakan oleh AS dan sekutunya.

Zelensky menuturkan, bahwa Rusia akan berani jika ingin merebut Bakhmut.

Kepala Negara memprediksi Presiden Rusia Vladimir Putin akan menjual kemenangan ini ke Barat, masyarakat Ukraina, China dan Iran.

Ia menekankan, pihaknya tidak boleh kehilangan langkah karena perang adalah sebuah potongan-potongan kemenangan.

Disebutkan, kemenangan kecil merupakan langkah kecil.

Baca: Ukraina Akui Rusia Buat Kemajuan di Garis Depan Bakhmut namun Belum Bisa Kendalikan Seluruh Kota


“Kita tidak boleh kehilangan langkah karena perang adalah sebuah potongan-potongan kemenangan. Kemenangan kecil, langkah kecil,” tambah Zelensky.

Seperti diketahui, pertempuran Bakhmut telah menjadi salah satu yang paling sengit dan paling berdarah dalam konflik Ukraina sejauh ini.

Menurut laporan media, Ukraina telah kehilangan beberapa pasukannya yang paling berpengalaman saat menguasai kota.

Termasuk tentara yang baru wajib militer dan tidak terlatih di garis pertahanan.

Mereka menjadi korban yang paling banyak.

Selain, itu, Zelensky juga mengeluhkan kurangnya kontak dengan Presiden China Xi Jinping, yang mengunjungi Moskow pekan lalu.

Zelensky mengatakan sebagai presiden dia memilih untuk “menyatukan” negara daripada membaginya.

(Tribun-Video.com/ rt.com)

Artikel ini telah tayang di rt.com dengan judul "Zelensky explains why he won’t withdraw from key Donbass city".

# Zelensky # Bakhmut # Rusia

Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Zelensky   #Bakhmut   #Rusia

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved