Sabtu, 11 April 2026

LIVE UPDATE

Eks Menlu Inggris Akui Kebijakan Pasok Senjata Didalangi AS, Minta Sekutu Barat Bantu Terus Ukraina

Kamis, 2 Maret 2023 13:28 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengungkapkan, AS membuat keputusan tentang pasokan senjata ke Ukraina.

Ia menyebut Inggris tidak akan dapat secara mandiri memperluas pasokan senjata ke Ukraina tanpa AS.

Dikutip dari tass.com pada Kamis (2/3/2023), Hague menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris dari 2010 hingga 2014.

Ia menerangkan, Inggris Raya tidak akan mengubah kebijakannya tanpa Amerika Serikat.

Diungkapkan, keputusan utama masih dibuat di Washington.

Mantan Menteri Luar Negeri Inggris itu mencatat bahwa jika Inggris punya kebebasan membuat keputusan memasok senjata jarak jauh ke Ukraina, maka tidak akan ada keraguan tentang hal itu.

Ia menambahkan, proses masuknya Ukraina ke NATO, menurutnya, akan berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca: Barat Disebut Lamban Tanggapi China yang Rela Habiskan Miliaran Dollar Bantu Disinformasi Pro-Rusia

Hague berspekulasi bahwa skema yang ada antara Amerika Serikat dan Israel dapat berfungsi sebagai solusi untuk masa transisi tersebut.

Ini bukan kesepakatan atau aliansi pertahanan, tetapi kepastian politik bahwa Israel akan selalu memiliki sistem pertahanan yang paling maju.

Ukraina juga dapat memiliki hubungan seperti itu dengan Inggris, AS, dan banyak negara Barat lainnya.

Sebelumnya, Rusia membeberkan ada rencana yang dirancang Amerika Serikat (AS) untuk mengatur provokasi di Ukraina.

Bahkan disebutkan, AS menggunakan zat beracun sambil menyalahkan Rusia.

Dikutip dari Sputniknews.com pada Rabu (1/3/2023), Komandan Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologis dan Kimia Rusia Letnan Jenderal Igor Kirillov memberikan penjelasan.

Ia menerangkan, pada 22 Februari lalu, sebuah organisasi non-pemerintah AS yang berpengaruh mengadakan konferensi tentang peristiwa di Ukraina.

Lantas mantan Duta Besar AS untuk Rusia John Sullivan membuat pernyataan.

Baca: Unit Militer Ukraina Bernama Boris Johnson Tak Berkutik, Keok Dihancurkan Wagner Rusia di Bakhmut

Dalam penyataan secara khusus itu disampaikan bahwa pasukan Rusia berencana menggunakan senjata kimia di daerah operasi militer khusus.

Menanggapi hal ini, Letnan Jenderal Kirillov menganggap informasi ini sebagai niat Amerika Serikat sendiri dan antek-anteknya untuk melakukan provokasi di Ukraina menggunakan bahan kimia beracun.

“Kami menganggap informasi ini sebagai niat Amerika Serikat sendiri dan antek-anteknya untuk melakukan provokasi di Ukraina menggunakan bahan kimia beracun,” kata Letnan Jenderal Kirillov.

Ia menjelaskan, Washington berharap bahwa selama permusuhan tidak akan mungkin untuk menyelidiki dengan baik rencana provokasi kimia AS di Ukraina.

Namun, ia menambahkan bahwa jika provokasi benar-benar terjadi, Kementerian Pertahanan Rusia akan mengidentifikasi dan menghukum pelaku sebenarnya.

Komandan Pasukan Perlindungan Nuklir, Biologis dan Kimia Rusia lantas menerangkan, Amerika Serikat kemungkinan akan mencoba menggunakan agen pelumpuh militer BZ (3-Quinuclidinyl benzilate) di Ukraina.(Tribun-Video.com/tass.com)


Artikel ini telah tayang di tass.com dengan judul "Britain’s ex-foreign secretary confesses US makes decisions on arms supplies to Ukraine

# William Hague # pasokan senjata # Ukraina # NATO

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribun Video

Tags
   #William Hague   #pasokan senjata   #Ukraina   #NATO

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved