Minggu, 10 Mei 2026

Terkini Nasional

Dulu Jokowi Lempar Sinyal Dukungan ke Prabowo dan Ganjar, Kini "Goda" Erick Thohir hingga AHY

Rabu, 22 Februari 2023 12:22 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - "Mengabsen" bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tampaknya menjadi kebiasaan baru Presiden Joko Widodo.

Dalam berbagai acara, presiden menyapa sejumlah pejabat yang hadir dengan sebutan capres dan cawapres, meski hingga kini belum ada kandidat definitif.

Mereka yang disapa mulai dari para ketua umum partai politik hingga menteri Kabinet Indonesia Maju.

Nama-nama ini memang berseliweran dalam bursa Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.

Gelagat Jokowi tersebut seakan bergeser, dari yang semula rajin melempar sinyal dukungan ke satu-dua figur saja, kini mengisyaratkan kode ke banyak nama.

Prabowo dan Ganjar

Dahulu, sinyal dukungan Presiden Jokowi seakan ditujukan ke dua nama yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dua figur tersebut sejak lama memang digadang-gadang sebagai kandidt capres. Nama keduanya hampir selalu menduduki puncak survei elektabilitas calon RI-1 menurut berbagai lembaga.

Baca: Menhan Prabowo Dampingi Presiden Jokowi Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Turki dan Suriah

Jokowi pun mengaku memberikan dukungan baik ke Prabowo maupun Ganjar jika hendak berlaga pada pentas pemilihan mendatang.

"Istilahnya, saya kira karena menyampaikan kepada saya, masa saya bilang jangan, ndak, kan enggak gitu mestinya, ya silakan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (12/8/2022).

Saat ditanya lebih lanjut perihal tersebut, Jokowi terang-terangan menyampaikan bahwa dirinya mendukung Prabowo.

"Sejak awal saya menyampaikan mendukung beliau (Prabowo)," kata Jokowi usai menghadiri Indo Defence Expo and Forum 2022 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Isyarat dukungan serupa juga Jokowi sampaikan saat menghadiri acara hari ulang tahun Partai Perindo, Senin (7/11/2022). Presiden bilang, dirinya pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo dua periode, lalu Gubernur DKI Jakarta selama 2 tahun, dan memenangkan 2 kali pemilu presiden.

Menurutnya, Pemilu 2024 menjadi giliran Prabowo untuk memenangkan pertarungan.

"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," ujar Jokowi saat itu, diiringi dengan riuh tepuk tangan hadirin.

Atas pernyataannya itu, Jokowi mengaku tak masalah jika dianggap memberikan sinyal dukungan buat Prabowo maju sebagai capres.

"Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi saya kan ngomongnya juga enggak apa-apa lah," katanya usai acara HUT Partai Perindo.

Berbeda dengan sikapnya ke Prabowo, sinyal dukungan Jokowi ke Ganjar tidak demikian blak-blakan.

Suatu waktu, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, 21 Mei 2022, Jokowi meminta relawannya tak terburu-buru bicara soal pencapresan, meski mungkin yang didukung hadir di tengah-tengah acara.

Sontak, spekulasi publik tertuju ke Ganjar lantaran politisi PDI Perjuangan itu turut hadir dalam acara tersebut.

"Ojo kesusu sik, jangan tergesa-gesa, meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini (di arena Rakernas)," kata Jokowi disambut riuh tepuk tangan peserta Rakernas V Projo.

Baca: Presiden Jokowi Didampingi Menhan Prabowo Melepas Bantuan Kemanusiaan untuk Turki dan Suriah

Jokowi kembali diisyaratkan memberikan dukungan ke Ganjar usai berpidato soal pemimpin "berambut putih" di hadapan ribuan relawannya, akhir November 2022 kemarin.

Presiden bilang, sosok pemimpin bisa dilihat dari penampilannya, salah satunya jika berambut putih. Citra "rambut putih" sendiri selama ini lekat dengan sosok Ganjar.

"Perlu saya sampaikan pemimpin yang mikirin rakyat itu kelihatan dari mukanya itu kelihatan. Dari penampilannya itu kelihatan, banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada," kata Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (27/11/2022).

Erick Thohir hingga AHY

Belakangan, Jokowi menyebut lebih banyak nama sebagai kandidat capres dan cawapres. Bahkan, sosok elite partai politik oposisi pun tak luput dari perhatian kepala negara.

Saat menghadiri acara perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-50 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Jumat (17/2/2023) kemarin misalnya, Jokowi bertanya ke tamu undangan tentang sosok capres dan cawapres yang hendak diusung PPP pada Pemilu 2024.

"Saya mau bertanya, PPP ini calonnya siapa sih? Karena di sini hadir semua lho. Ini hadir semua calon-calon presiden dan wakil presiden," ujar Jokowi di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat.

Presiden lantas menyebutkan sejumlah tokoh sebagai kandidat capres-cawapres, mulai dari ketua umum parpol hingga menterinya di Kabinet Indonesia Maju.

Ada sosok yang berulang kali disingung Jokowi seperti Prabowo Subianto, ada pula nama yang baru pertama disebut yakni Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca: Candaan Jokowi soal Figur Capres Dinilai Bisa Buat Nama yang Disebut Gede Rasa dan Klaim Dukungan

Selain itu, disebutkan pula nama Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, hingga Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono.

"Aksi" Jokowi ini kembali ditampilkan ketika dia menghadiri pelantikan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Senin (20/2/2023).

Jokowi awalnya berseloroh bahwa ketika menghadiri acara partai politik, dirinya biasa menyapa satu per satu kandidat capres yang duduk di kursi tamu undangan.

"Biasanya saya kalau pas datang di forum-forum partai, yang saya lakukan pertama itu mengabsen calon capres dan cawapres. Biasanya itu saya lakukan, capres dan cawapres yang datang siapa," kata Jokowi mengawali sambutannya.

Namun, mantan Wali Kota Solo itu bilang, kali ini ia tak mau "mengabsen" para capres karena sedang menghadiri acara organisasi di sektor ekonomi, bukan partai politik.

Meski demikian, pada akhirnya, Jokowi menyebut nama-nama tokoh yang hadir di acara tersebut, kendati ia mengaku tidak bermaksud mengabsen para tokoh yang berpotensi jadi capres.

Mereka yang disapa Jokowi adalah Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, serta Menteri BUMN Erick Thohir.

"Meskipun saya tahu di sini hadir, Pak Prabowo hadir, ada juga Pak Airlangga, ada juga Pak Erick, tapi saya ini enggak absen, biasanya saya absen satu-satu," ujar Jokowi disambut tawa hadirin. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Dulu Lempar Sinyal Dukungan ke Prabowo dan Ganjar, Kini "Goda" Erick Thohir hingga AHY"

# Jokowi # Prabowo # Ganjar # AHY # Erick Thohir

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Erick Thohir   #Prabowo   #AHY   #Jokowi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved