Minggu, 26 April 2026

Terkini Nasional

Ungkit Perjanjian Prabowo, Gerindra Disebut Serang Anies, Sudirman Said Singgung soal Biaya Kampanye

Kamis, 2 Februari 2023 10:16 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menilai Partai Gerindra tengah menyerang eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, pernyataan ini disimpulkan dari diungkitnya kembali isu perjanjian Anies dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara itu, Perwakilan Anies Baswedan dalam tim kecil penjajakan Koalisi Perubahan, Sudirman Said, menyebut isi perjanjian itu berkaitan dengan biaya kampanye.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu (1/2/2023), Ari menilai bahwa diungkitnya perjanjian yang dibuat saat Pilkada DKI 2017 tersebut merupakan serangan politik.

Hal tersebut dilakukan untuk memperngaruhi persepsi masyarakat setelah kini Anies mendapat tiket capres dari Partai NasDem.

"Cara ini digunakan untuk memperlihatkan ke publik tentang komitmen Anies yang memang susah dipegang janjinya," beber Ari.

"Politik penuh dengan drama, dan kali ini semua aktornya saling memperlihatkan lakon-lakon terbaiknya, agar bisa memikat atau mempengaruhi persepsi publik."

Menurut Ari, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang mengungkit perjanjian tersebut, memiliki pesan tertentu untuk Anies.

Baca: Begini Ekspresi Anies Baswedan saat Ditanya soal Perjanjian dengan Prabowo Subianto

Antara lain mengenai adanya kepentingan tertentu terkait upaya saling menyandera.

"Proses politik pada dasarnya saling menyandera untuk kepentingan sesaat," ujar Ari.

"Toh nyatanya (perjanjian) itu tidak memiliki kekuatan yang mengikat."

Sementara itu, Sudirman Said menjelaskan bahwa perjanjian tersebut sudah tak mengikat Anies untuk saat ini.

Ditemui di kawasan Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (30/1/2023), Sudirman Said mengatakan bahwa Prabowo justru sempat menawarkan posisi cawapres untuk Anies.

"Yang ada adalah, saya ini (sempat) membantu Pak Prabowo, ikut membicarakan kepada Pak Anies kemungkinan Pak Anies bersedia menjadi cawapres atau tidak," terang Sudirman Said dikutip Kompas.com.

Anies kala itu menolak dan memilih melanjutkan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Adapun terkait perjanjian dengan Prabowo dan Sandiaga Uno, Sudirman Said menegaskan bahwa Anies sudah menunaikan kesepakatan tersebut.

"Itu sudah ditunaikan. Jadi, saya tidak tahu perjanjian yang dimaksud Pak Sandi, mudah-mudahan beliau salah," terang Sudirman Said.

Baca: Viral Anies Baswedan Tepergok Tolak Jabat Tangan Warga usai Kantongi Tiket Capres, NasDem Buka Suara

Ia lantas menerangkan bahwa perjanjian yang dimaksud berkaitan dengan utang-piutang biaya kampanye.

Menurut Sudirman Said, Anies ketika itu tak memiliki cukup uang untuk kampanye sehingga biaya tersebut ditanggung oleh partai.

"Tapi perjanjian di kata kalau pilkadanya menang, utang-piutang selesai, dan dianggap sebagai perjuangan bersama," tandasnya.

Perjanjian Masih Berlaku

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membenarkan adanya perjanjian antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dilansir TribunWow.com, Sandiaga Uno mengaku ikut menandatangani perjanjian yang berkaitan dengan pemilihan presiden tersebut.

Bahkan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu pun mengatakan bahwa perjanjian yang belum jelas kapan dibuat tersebut masih berlaku hingga hari ini. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Ungkit Perjanjian Prabowo, Gerindra Disebut Serang Anies, Sudirman Said Singgung soal Biaya Kampanye

VP: Niken Pratiwi

Editor: winda rahmawati
Video Production: Niken Pratiwi
Sumber: TribunWow.com

Tags
   #Prabowo   #Prabowo Subianto   #Anies   #Sudirman Said

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved