Mancanegara
AS Ancam Turki dan Uni Emirat Arab Tak Boleh Berbisnis di Amerika jika Tetap Berteman dengan Rusia
TRIBUN-VIDEO.COM - Pada minggu depan, pemerintah hingga pebisnis di Turki dan Uni Emirat Arab (UEA) diketahui akan mendapatkan peringatan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
Pejabat Kementerian Keuangan AS dijadwalkan berkunjung ke Turki dan UEA untuk memperingatkan kedua negara tersebut yang sampai saat ini masih menjalin hubungan dagang dengan Rusia.
Dikutip TribunWow dari rt, AS mengancam akan melarang kedua negara tersebut berdagang di Amerika jika keduanya tidak segera memberikan sanksi terhadap Rusia.
Sebelumnya, sejumlah pejabat AS telah mengutarakan kekhawatiran mereka Turki dapat memfasilitasi negara-negara lain untuk berdagang dengan Rusia tanpa perlu mencabut sanksi.
Meski tidak memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia, baik Turki maupun UEA telah mengecam serangan Rusia ke Ukraina.
Sejak melakukan operasi militer spesial di Ukraina, Rusia telah menerima banyak sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara anggota NATO.
Baca: Grup Wagner Rusia Lagi-lagi Dipukul Sanksi Tambahan Amerika Serikat, Dianggap Organisasi Kriminal
Kendati demikian, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negara yang ia pimpin tersebut justru masih dalam kondisi kuat dan stabil dibandingkan mayoritas negara-negara anggota G20.
Dikutip TribunWow dari rt, hal ini disampaikan oleh Putin seusai melakukan pertemuan dengan Dewan Negara Rusia, Kamis (22/12/2022).
Baca juga: Tanggapan Rusia soal Pertemuan Biden dan Zelensky, Tidak Lihat Ada Niat Ingin Berdamai
Putin menyampaikan bagaimana perekonomian Rusia yang diprediksi oleh banyak pihak akan runtuh, justru masih stabil.
"Terlebih, Rusia menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan negara-negara G20," kata Putin.
Putin turut menjelaskan bagaimana perekonomian Rusia cenderung stabil.
"Pasar tenaga kerja stabil, keuangan negara stabil, tidak ada kekhawatiran di sana. Semua ini bukan hasil yang jatuh dari langit. Ini semua hasil kerja pemerintah, tim regional, pebisnis, dan semangat masyarakat secara keseluruhan," kata Putin.
Baca: AS Punya Celah Kalahkan Moskwa, Bujuk Negara Amerika Latin Pasok Senjata Buatan Rusia ke Ukraina
Putin memuji semangat warganya yang memiliki semangat untuk bersatu dan bekerja bersama mencapai tujuan.
Sebelumnya diberitakan, tepuk tangan penonton bersahutan ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato dalam acara Forum Ekonomi Internasional di St Petersburg pada Jumat (17/6/2022).
Satu dari beberapa topik yang dibahas oleh Vladimir Putin adalah serangan sanksi ekonomi terhadap Rusia.
Dilansir TribunWow.com, seperti yang diketahui setelah konflik antara Rusia dan Ukraina terjadi, negara-negara barat beramai-ramai memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia.
Dari tayangan YouTube The Guardian, Putin menganggap upaya negara-negara barat untuk menghancurkan Rusia sebagai tindakan bodoh.
Menurut Putin, sanksi yang dilakukan oleh negara barat gagal meraih tujuan menghancurkan ekonomi Rusia.
Mengomentari adanya kekhawatiran mata uang Rusia melemah terhadap USD, Putin menyebut hal tersebut hanya perang informasi.
Putin menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat lainnya telah salah mengisolasi negara.
Putin kemudian menegaskan operasi militer spesial di Ukraina dipastikan akan terus berjalan.
Pernyataan Putin ini kemudian mendapat tepuk tangan dari audiens.
Putin mengatakan, tujuan utama operasi militer spesial di Ukraina adalah melindungi rakyat di Donbas.(TribunWow.com/Anung/Via)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul AS Ancam Turki dan Uni Emirat Arab Tak Boleh Berbisnis di Amerika jika Tetap Berteman dengan Rusia
#beritaterbaru #beritahariini #beritaupdate #beritaterkini #beritaviral #amerikaserikat #uniemiratarab #turki #rusia
Sumber: TribunWow.com
Mancanegara
Warga Iran Yakin Trump Tak Bisa Dipercaya, Gencatan Senjata Tipuan untuk Persiapan Serangan Baru
Kamis, 9 April 2026
Mancanegara
Iran Peringatkan AS Gencatan Batal Imbas Israel Serang Lebanon hingga Ratusan Orang Tewas
Kamis, 9 April 2026
Mancanegara
Iran Ngamuk Israel Nekat Serang Lebanon & Tewaskan Ratusan Orang, Gencatan Terancam Berakhir?
Kamis, 9 April 2026
Tribunnews Update
Viral Unggahan Trump Dinarasikan Provokasi & Sebut Indonesia Munafik karena Bela Iran, Cuitan HOAKS
Kamis, 9 April 2026
Tribunnews Update
AS-Australia Pantau Temuan Drone Bawah Laut China di Lombok, Jalur Penting Pengerahan Kapal Nuklir
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.