Terkini Nasional
Bibi Brigadir J Kecewa dengan Tuntutan Putri Candrawathi-Bharada E: Tak Adil, Inilah Hukum Indonesia
TRIBUN-VIDEO.COM - Roslin Simanjuntak tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya kala mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E dan Putri Candrawathi.
Roslin merupakan bibi dari Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yang menjadi korban pembunuhan berencana ini.
Richard Eliezer dituntut 12 tahun pidana dan Putri Candrawathi hanya dituntut delapan tahun pidana.
Selain Richard dan Putri, terdakwa pembunuhan berencana Yosua lainnya, Ferdy Sambo dituntut pidana seumur hidup sedangkan Kuat Maruf dan Ricky Rizal sama dengan Putri, hanya dituntut delapan tahun.
JPU meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan Bharada E terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan pidana tahun 12 tahun agar perintah tetap ditahan," kata jaksa saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).
Bharada E dinilai terbukti melanggar Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Roslin Simanjuntak menilai tuntutan tersebut tidak adil.
Ia lalu membandingkan tuntutan hukuman Bharada E dengan Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Bripka RR.
Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Bripka RR diketahui hanya dituntut JPU 8 tahun penjara.
"Itulah hukum, tidak adil," ucap Roslin dikutip TribunJakarta dari Kompas TV, pada Rabu (18/1/2023).
Roslin Simanjuntak mengungkapkan Bharada E sudah berani bersaksi dan membongkar skenario pembunuhan Brigadir J yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
"Eliezer ini kan sudah bersaksi menyatakan kebenaran, dan membuka seluruh rencana mereka," kata Roslin.
Roslin menilai tuntutan hukuman Bharada E seharusnya lebih ringan dibandingkan dengan Putri Candrawathi.
"Seharusnya Eliezer tidak di atas Putri, seharusnya di bawahnya, tapi malah terbalik," ucapnya.
"Ini lah hukum di Indonesia, tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,"
Baca: Respon Pengacara Bharada E Ronny Talapessy soal Tuntutan 12 Tahun Penjara
"Dia dalam keadaan terpaksa, dia diperintah oleh seorang jenderal,"
"Seharusnya hukumannya lebih rendah dari PC," imbuhnya.
Ruang Sidang Riuh Saat Bharada E Dituntut 12 Tahun Penjara
Puluhan emak-emak fans Richard Eliezer atau Bharada E kompak menyoraki JPU saat sidang tuntutan perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).
Jaksa menuntut Bharada E dengan hukuman 12 tahun penjara.
Tuntutan kepada Bharada E lebih rendah dibandingkan Putri Candrawathi yang dituntut delapan tahun penjara.
"Nggak adil, nggak adil," teriak fans Bharada E di ruang sidang utama.
"Putri aja cuma delapan tahun, masa ini (Bharada E) 12 tahun. Di mana keadilan?" ujar fans Bharada E lainnya sambil menangis.
Ruang sidang utama PN Jakarta Selatan mendadak riuh saat Jaksa membacakan tuntutan kepada Bharada E.
Majelis Hakim bahkan sempat menskors persidangan selama beberapa menit karena pengunjung sidang yang terus berteriak.
"Pengunjung sidang harap tenang, tolong hargai persidangan," ucap Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tuntutannya menyatakan bahwa Bharada E terbukti secara sah dan meyakinkan dalam membantu Ferdy Sambo menghabisi nyawa Brigadir J.
Baca: LPSK Kecewa dengan Tuntutan Bharada E, Kejaksaan Agung Beri Jawaban Tegas
"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, satu, menyatakan terdakwa Bharada E terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dalam dakwaan Pasal 340 KUHP," kata JPU saat membacakan tuntutan.
JPU pun menuntut agar Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Bharada E.
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Bharada E dengan pidana penjara selama 12 tahun dikurangi masa penahanan terdakwa," ujar JPU.
Setelah Jaksa selesai membacakan tuntutannya, Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso mempersilakan Bharada E berkonsultasi dengan hukumnya.
Sambil berjalan pelan, Bharada E langsung dipeluk kuasa hukumnya, Ronny Talapessy.
Ia pun menangis di pelukan Ronny Talapessy hingga tim kuasa hukum lainnya memberikan tisu untuk membasuh air mata Bharada E.
Ronny Talapessy mencoba menenangkan Bharada E dengan mengusap dan menepuk punggung Bharada E. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Bibi Yosua Kecewa dengan Tuntutan Putri Candrawathi dan Richard Eliezer: Inilah Hukum di Indonesia
# Ferdy Sambo # Bharada E # Brigadir J # persidangan # sidang perdana # senin # pn jaksel # brigadir yosua # Putri Candrawathi # Febri Diansyah # Pembunuhan Brigadir J # Obstruction of Justice # Kuat MARUF # Vera Simanjuntak # duren tiga # magelang # Brigjen Hendra # Eksepsi # Surat Dakwaan # Majelis Hakim # ART # susi # saksi # saksi kunci
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: TribunJakarta
Nasional
KECEWA Dedi Mulyadi Anggap RT dan RW Lalai Dalam Kasus Penganiayaan Gegara Labu Siam
Jumat, 6 Maret 2026
Tribunnews Update
Bupati Ismail Kecewa Prabowo Tak Kunjungi Lokasi Bencana Aceh Utara: Apa Gak Tahu Ada Banjir
Selasa, 30 Desember 2025
Musik
Lirik Lagu Kecewa - Jirayut: Sakit Sakit Sakit Kurasa, Pedih Pedih Batin Merana, Kecewa Kecewa
Kamis, 18 Desember 2025
Terkini Nasional
Penampilan Ferdy Sambo Pembunuh Brigadir J di Penjara Bogor, Berikan Khutbah di Gereja
Senin, 15 Desember 2025
Tribunnews Update
Jokowi Diduga Kecewa ke Budi Arie, Loyalis Utama Mendadak Manuver Gabung Gerindra Tak Pilih Kaesang
Rabu, 5 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.