Minggu, 12 April 2026

Terkini Daerah

Profil GRay Devi Lelyana Dewi, Putri Raja Keraton Solo yang Jadi Korban Bentrok di Keraton Solo

Minggu, 25 Desember 2022 19:55 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Gusti Raden Ayu (Gray) Devi Lelyana Dewi, Putri Raja Keraton Solo yang menjadi korban bentrok di Keraton Solo pada Jumat (23/12/2022).

Seperti diketahui insiden bentrok itu terjadi sekira 50 orang masuk serta mengunci pintu Kamandungan Keraton Solo.

Lantas siapakah Gusti Raden Ayu (GRay) Devi Lelyana Dewi yang sebenarnya?

GRay Devi Lelyana Dewi merupakan putri kedua Raja Keraton Solo saat ini, yakni Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.

GRay Devi Lelyana Dewi ialah anak PB XIII dari pernikahan dengan istri pertama, yakni Nuk Kusumaningdyah atau Kanjeng Ratu Ayu (KRAy) Endang Kusumaningdyah.

Namun, kini keduanya telah bercerai, bahkan PB XIII sudah menikah tiga kali.

Seperti diketahui, GRay Devi Lelyana Dewi merupakan perempuan yang lahir pada 9 April 1974, tepatnya wanita berparas ayu itu kini berusia 48 tahun.

Terlihat dari akun instagram @graydevi, dirinya merupakan ibu dari dua anak laki-laki dan perempuan.

Baca: Main Todong Senpi ke Cucu PB XIII, Satu Oknum Polisi Disebut Terlibat Kisruh Internal Keraton Solo

Lalu, di bio instagramnya, Gusti Raden Ayu (GRay) Devi Lelyana Dewi menuliskan tiga keterangan lokasi yang sleama ini ia tinggali, yakni di Bali, Surakarta, dan Jakarta.

Pihaknya kerap bermain akun media sosial, terlebih instagram.

Hal itu terlihat dari postingan aktivitas kesehariannya di media sosial.

Sempat terlihat juga, ia terkadang juga memposting kebersamaannya dengann sang ibunda, KRay Endang Kusumaningdyah.

Diketahui, 29 Juni 2022 lalu, GRay Devi Lelyana Dewi sempat menjadi sorotan publik lantaran ia keuslitan untuk bertemu sang ayahanda, PB XIII di Keraton Solo.

Kala itu, pihaknya tak diberi izin akses masuk ke dalam Keraton Solo oleh abdi dalem.

Padahal kala itu, GRay Devi Lelyana Dewi ingin menjenguk sang ayah.

"Saya tadi mencoba masuk ya. Tapi di saat saya masuk ke Sasono Narendra pagarnya ditutup" katanya.

"Dan saya pikir bisa masuk lewat pintu lain. Ternyata juga ditutup," jelas Devi dalam video tersebut.

Dikutip dari Tribunnews.com, Devi menyatakan selama ia masih terus diikuti oleh dua abdi dalem.

"Selama saya berjalan mencari pintu masuk itu, saya terus diikuti dua abdi dalem laki- laki," jelasnya.

Baca: Oknum Polisi Diduga Terlibat dalam Konflik Internal Keraton Solo, Disebut Sempat Todongkan Pistol

Lantas ia turut mempertanyakan kepada dua abdi dalem tersebut, terkait beberapa prosedur yang harus dilakukannya.

"Saya bilang, saya ingin ketemu. Dan katanya harus melalui prosedur. Dan saya juga bilang silakan prosedur apa yang harus saya lakukan," jelasnya.

Namun, kala itu pihaknya justru diminta untuk menunggu di Sasono Putro selama beberapa jam dan kala itu juga belum dipertemukan dengan sang ayah.

"Sampai akhirnya saya disuruh menunggu di Sasono Putro berjam-jam juga belum dipertemukan dengan ayah saya," tuturnya.

Melihat kondisi keraton seperti itu, Devi mengaku miris dan sedih.

Dirinya tak habis pikir, mengapa seorang anak yang hendak bertemu dengan ayahnya malah mendapat penolakan.

"Saya sedih. Saya ini juga mengalami kehidupan di jaman kakek saya yakni PB XII, yang memiliki istri lebih dari satu. Anak-anaknya rukun main bersama meski beda beda ibuk," terang Devi.

Lanjut, ia menjelaskan adanya prosedur tersebut bukan suatu peraturan yang berasal dari Keraton.

Melainkan, peraturan yang dibuat untuk menghalangi sesuatu.

"Jadi itu peraturan menurut saya enggak benar," tambahnya.

Lantaran kala itu ia tak dapat bertemu, akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan ayahnya dan segera keluar dari Sasonoputro.

Terbaru, kini GRAy Devi Lelyana Dewi menajadi korban akibat bentrok yang terjadi di Keraton Solo.

Akibat insiden tersebut, GRAy Devi Lelyana Dewi mengaku mengalami luka memar di bagian tangannya saat mencoba melawan penutupan Kamandungan atau akses masuk Keraton.

"Tangan saya, dipukulin pakai bambu pas melepaskan kawat. Ini saya mau visum. (Proses hukum) iya ini," ujarnya.

Menurut Devi kala itu bentrok terjadi skeira 50 orang masuk dan mengunci pintu Kamandungan Keraton Solo.

"Penyebabnya saya tidak tahu. Tiba-tiba sekitar 50 orang mau masuk, mengunci pintu Kamandungan,"pungkasnya.

Seperti diketahui, insiden bentok tersebut terjadi antara dua kubu keluarga yang selama ini berselisih.

Yakni, antara kubu Sasonoputro yang mengatasnamakan Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dengan kubu Lembaga Dewan Adat (LDA), atau kubu Gusti Moeng.

(Tribun-Video.com./Tribunnewscom)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sosok GRAy Devi Lelyana Dewi, Putri Raja yang Alami Luka saat Bentrok di Keraton Solo

# GRAy Devi Lelyana Dewi # Keraton Solo # Konflik Internal # bentrok # Gibran

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved