Sabtu, 11 April 2026

Terkini Daerah

Potret Kampung Mati Imbas Erupsi Semeru, Asap Keluar dari Abu yang Mengubur Dusun Kajar Kuning

Selasa, 6 Desember 2022 18:40 WIB
Tribun Jatim

TRIBUN-VIDEO.COM - Dampak Gunung Semeru erupsi menyebabkan sejumlah kerusakan.

Awan panas semeru merusak Jembatan Gladak Perak permanen yang berada di Kecamatan Candipuro.

Sehingga akses utama Kabupaten Lumajang menuju Kabupaten Malang tersebut terputus.

Dusun Kajar Kuning di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Lumajang pun bak menjadi 'desa mati'.

Hal itu karena rumah-rumah warga di sana disapu material awan panas.

Tebalnya material vulkanik, mengakibatkan bangunan dan rumah warga nyaris terkubur.

Demikian kondisi Dusun Kajar Kuning pada Minggu (4/12/2022) sore setelah disapu awan panas.

Rumah-rumah warga yang ditinggalkan penghuninya tak lagi terlihat utuh.

Baca: Dampak Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Terjangan lahar Dingin

Sebagian bahkan dalam kondisi miring karena diterpa kuatnya guguran awan panas.

Kepulan uap tampak masih menyelimuti semua sisi Dusun Kajar Kuning.

Aroma belerang juga tercium sangat kuat hingga memekakkan hidung.

Hawa panas dari material erupsi masih terasa meski hujan sempat mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi mengerikan ini seolah membuat Dusun Kajar Kuning tampak seperti 'desa mati'.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq langsung terjun ke lokasi untuk melihat situasi pasca erupsi.

Sejumlah warga juga kembali ke rumahnya berharap masih ada hewan ternak yang bisa diselamatkan.

"Tadi saya melihat ternak saya masih hidup tapi tidak bisa diambil. Di bawah cekungan tanah air akibat awan panas masih panas sekali sehingga saya kembali," beber salah satu warga bernama Naning.

Namun, Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka meminta kepada warga agar tidak bertindak nekat.

Baca: Pria Asal Supit Urang Tolak Dievakuasi saat Erupsi Gunung Semeru, Bupati Lumajang Beri Tanggapan

"Kami menghimbau kepada warga agar mengutamakan keselamatan nyawa," beber Dewa.

Pihaknya telah memasang garis polisi di wilayah Desa Sumberwuluh karena dianggap berbahaya.

Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 2.219 warga harus mengungsi

Pemerintah setempat telah menyediakan 12 titik pengungsian.

Hingga saat ini, tidak ada laporan korban luka, hilang, atau meninggal akibat erupsi Semeru.

Di samping itu, sempat viral di media sosial, video detik-detik Gunung Semeru erupsi.

Momen tersebut terpantau dari akun Instagram @makassar_iinfo pada Minggu (4/12/2022).

Dalam akun Instagram tersebut, tampak sebuah video tentang fenomena wedhus gembel yang terjadi akibat Gunung Semeru semeru.

Saat erupsi gunung Semeru, wedhus gembel bak menutupi langit siang hari.

Inilah yang membuat desa sekitar gunung Semeru menjadi gelap bak malam.

Langit tertutup awan hitam pekat atau wedhus gembel hingga kondisi sekitar pun tampak gelap.

Keadaan perkampungan pun tampak sepi.

Baca: Sejumlah Pengurus Ponpes di Zona Merah Semeru Menolak Dievakuasi, Santri Tidak Mengungsi

Terdengar, sang perekam video pun menjelaskan kondisi yang terjadi di desanya.

"Ini wedus gembel sudah sampai di sini."

"Di atas saya ini."

"Oke, ini kan wedus gembelnya."

"Ini kan situasinya sekarang di atas (daerah) Kobokan," ujarnya.

Diketahui, kini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah menaikkan status Gunung Semeru menjadi Awas atau Level IV.

Padahal sebelumnya, status Gunung Semeru masih Siaga atau Level III.

Diketahui, Awas yang merupakan Level IV merupakan level tertinggi yang menunjukkkan bahwa kondisi kini sudah mencapai tahap paling berbahaya akibat letusan gunung berapi.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Penampakan 'Desa Mati' Lumajang, Imbas Gunung Semeru Erupsi, Rumah Warga Nyaris Terkubur Awan Panas

# erupsi # Gunung Semeru # Candipuro # awan panas # Lumajang

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Danar Pamungkas Sugiyarto
Sumber: Tribun Jatim

Tags
   #erupsi   #Gunung Semeru   #Candipuro   #awan panas   #Lumajang

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved