Terkini Nasional
Pakar Psikologi Forensik Menyebut Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Magelang Sebagai Residivis
TRIBUN-VIDEO.COM - DDS alias Dheo (22) tersangka pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah pada Senin (28/11) lalu kini telah di tahan penyidik.
Pakar psikologi forensik, yakni Reza Indragiri menyebut tersangka itu sebagai residivis.
Pernyataan tersebut diungkapkannya karena sudah pernah mencoba melakukan aksi pembunuhan itu sebelumnya.
Yakni, Dheo sempat melakukan pembunuhan pertama kepada keluarganya pada Rabu (23/11) lalu.
Baca: Pengakuan Paman DDS Sosok yang Tega Racuni Keluarganya Ternyata Habiskan Rp 32 Juta per Bulan
Kala itu, ia telah membeli racun jenis arsenik yang telah dibelinya melalui online.
Kemudian, racun tersebut dicampurkannya ke minuman dawet yang dibeli untuk keluarganya.
Diketahui, kala itu minuman dawet yang dicampuri racun telah diberikannya kepada ayah, ibu, kakak, bahkan sang paman juga turut meminum.
Namun, lantaran dosis racun tersebut sedikit maka efeknya hanya mual dan muntah saja.
Karena aksi pertama yang dilakukannya gagal, lantas ia mematangkan pembunuhan berencananya melalui internet.
Pada Jumat (25/11) lalu pelaku membeli lagi zat kimia melalui online.
Atas percobaan pembunuhan yang dilakukan berulang kali terhadap korban, Reza Indragiri menyebut pelaku pembunuh satu keluarga di Magelang itu sejatinya memang sebagai residivis.
"Proses belajar itu menjadikan dia sebagai residivis," ujar Reza.
Baca: Sosok Anak yang Racuni Keluarga di Magelang, Dikenal Pendiam Tapi Kerap Hamburkan Uang
Menurut Reza, pengertian residivis tak hanya terjadi pada seorang mantan napi yang kembali terjerat kasus hukum.
Namun, dalam kaca mata psikologi forensik, seseorang yang sudah mengulangi perbuatan kejahatan itu sudah termasuk residivis.
"Di literatur psikologi forensik bahwa residivis itu punya banyak literatur. Orang ini sudah mengulangi perbuatannya (meracuni korban) ,apakah dia ditangkap polisi atau tidak itu soal lain," terang Reza.
Kemudian, Reza juga menyebut, insiden pembunuhan yang dilakukan anak kandung sendiri itu sangat ironis.
Bukan hanya karena korban tersebut adalah keluarga dari pelaku.
Melainkan, bagaimana pelaku sampai niat untuk belajar demi bisa menghabisi nyawa orang tua dan kakak kandungnya.
"Ironis bahwa proses belajar tak serta merta menjadikan orang jadi lebih baik.(kasus Dhio) proses belajar menjadikan orang lebih profesional untuk melakukan aksi kejahatannya, apalagai ini isu sensitif," pungkasnya. (Tribun-Video.com/Surya.co.id)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul ALASAN Dhio Peracun Sekeluarga yang Tewas di Magelang Disebut Residivis, Ini Kata Psikolog Forensik
# DDS # pembunuhan # Magelang # Jawa Tengah # Forensik # residivis
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Surya
Live Update
Belasan Paket Sabu Disembunyikan di Sajadah, Residivis di Bangka Selatan Dibekuk
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Kasus Laka Maut Kalijambe Tetap Lanjut Meski Sopir Truk Meninggal, Polres Purworejo Libatkan Ahli
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Alami Luka Berat, Sopir Truk yang Tabrak Angkot Rombongan Guru SD di Purworejo Meninggal Dunia
2 hari lalu
Live Tribunnews Update
LIVE: Sopir Truk yang Tabrak Angkot di Kalijambe Purworejo Meninggal Seusai Jalani Perawatan
2 hari lalu
Olahraga
GERALD VANENBURG BLUSUKAN KE JAWA TENGAH, Pantau 9 Pemain untuk Timnas U23 Indonesia
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.