Daerah Terkini

Pengakuan Paman DDS Sosok yang Tega Racuni Keluarganya Ternyata Habiskan Rp 32 Juta per Bulan

Kamis, 1 Desember 2022 11:59 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang ternyata juga merepotkan secara ekonomi.

Dia adalah Dhio alias DDS (22), yang tega meracuni ayah, ibu dan kakaknya sendiri.

Kerabat keluarga korban sudah lama kesal, lantaran sikap Dhio yang suka berbohong dan kerap menjadi beban.

Dhio adalah anak bungsu pasangan Abbas Ashar (58) dan Heri Riyani (54).

Pada Senin (28/11/2022), Dhio tega membunuh kedua orang tua dan kakak kandungnya, Dhea (24) dengan menggunakan racun.

Pelaku mencampurkan racun ke dalam teh dan kopi yang diminum keluarganya.

Akibat perbuatan pelaku, ketiga korban tewas tergeletak di kamar mandi rumahnya di Jalan Sudiro, Gang Durian, Dusun Prajenan, Desa Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah.

Kepada polisi, Dhio mengaku nekat meracuni orang tua dan kakaknya karena sakit hati.

Dhio yang selama ini terbiasa hidup enak merasa terbebani ketika harus membantu keuangan keluarga setelah sang ayah pensiun dan sakit sehingga butuh biaya berobat.

Ayah Dhio merupakan pensiunan kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) departemen keuangan, sedangkan Riyani ibu rumah tangga.

Dhio juga dendam kepada sang kakak yang tak dibebani untuk membantu keuangan keluarga.

Baca: Polisi Ungkap Jenis Racun yang Digunakan Pelaku untuk Membunuh Keluarganya di Magelang

Baca: Kakak yang Tewas Diracun Adik di Magelang Sempat Posting Video dengan Tersangka, Ada Foto Masa Kecil

"Anak pertama (DK) sempat bekerja, tapi sekarang sudah keluar, sedangkan anak kedua (pelaku) tidak bekerja.

Tapi dia (DDS) dibebani untuk membantu keuangan keluarga. Hal itulah yang membuat pelaku sakit hati,” kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, Selasa (29/11/2022) dilansir dari Tribun Jogja.

Keluarga korban kemudian membantah apa yang disampaikan Dhio kepada polisi.


Pihak keluarga menilai Dhio memang kerap berbohong, termasuk soal pekerjaannya.

Sukoco selaku paman pelaku mengatakan, Dhio pernah berbohong soal pekerjaan yang dimiliki.


Menurut pengakuan Dhio yang disampaikan Sukoco, pelaku pernah bekerja di PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero.

Namun, Sukoco yang menaruh curiga kemudian memastikan dengan bertanya kepada seorang karyawan di tempat kerja Dhio.

"Saya melihat perilaku anak ini, apa yang dia katakan itu tidak benar," kata Sukoco, dikutip dari tayangan youTube KompasTv, Rabu (30/11/2022).

"Pelaku mengatakan dia diterima di PT KAI, dengan (saya) tanya karyawan di sana, ternyata namanya tidak masuk dalam daftar pegawai," jelas Sukoco.

Kecurigaan pada keponakannya itu semakin bertambah saat Dhio melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) di PT KAI Malang, Jawa Timur.


"Waktu ada diklat PT KAI di Malang, masa diklat kok tiga hari, diklat kan harusnya ada surat pemberitahuan, tapi ini tidak ada," kata Sukoco.

Sukoco mengatakan, orang tua Dhio tak menaruh curiga pada anaknya itu meski sudah diperingatkan.

"Karena orang tua sudah terbius dari kata-katanya, jadi tidak percaya sama pihak lain yang memberi masukan," katanya

Karena itu, Sukoco membantah keponakannya dibebani ekonomi keluarga.

"Selain itu saya meluruskan berita yang simpang siur, bahwa pengakuan tersangka dia jadi penanggung jawab atau tulang punggung itu tidak benar."

"Sama sekali tidak benar," kata Sukoco.

Sukoco mengatakan, Dhio yang merupakan anak kedua dari keluarga ini lah yang justru membebani perekonomian keluarga.

"Bahkan justru yang merusak dana-dana orang tua itu, dia sendiri."

"Dengan kebohongan-kebohongannya, kepandaiannya, sehingga dana-dana orang tua digerogoti," tutur Sukoco.

Habiskan Rp 32 Juta Per Bulan

Sukoco menyebut Dhio menghabiskan uang hingga 32 juta setiap bulannya.

Uang itu, kata Sukoco, digunakan untuk mengikuti sejumlah kursus.

Namun, ia tidak mengetahui persis kursus tersebut apakah benar adanya.

"Jadi waktu almarhumah adik saya (Heri Riyani), pernah beberapa bulan yang lalu bertemu dengan saya, 'Mas ini untuk pengeluaran Dhio satu bulan 32 juta' untuk kursus bahasa Inggris, belum yang lain-lainnya," jelas Sukoco.

"Namun, kursusnya belum dibuktikan benar adanya," kata Sukoco.



Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Terungkap Sosok Pelaku yang Racuni Ayah Ibu dan Kakaknya di Magelang, Ternyata Juga Beban Keluarga

# Magelang # pembunuhan # racun # racun

Editor: Restu Riyawan
Video Production: Lalu Yusuf Wibisono
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #pembunuhan   #racun   #ekonomi   #Magelang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved